
Dia bukan seseorang yang bisa membuat orang lain terperangah mendengar omongannya, atau mengagumi gaya pakaiannya dan kemudian menirunya agar bisa dibilang gawul. Bukan juga seorang yang mampu mengubah dunia dan terganjar nobel perdamaian. Dia hanya seorang relawan.
Hari ini, Selasa 09 November 2010, tepat 14 hari Gunung Merapi menjalankan tugasnya, membuat keseimbangan alam baru. Tanpa peduli dengan ribuan orang yang patah arang hidupnya, ketika melihat kampung halamannya tersapu wedhus gembel. Siti keprabon tempatnya lahir dan menjalani peziarahan hidupnya. Habis, hampir tanpa sisa. Pak Be Ye baru saja pulang ke ibukota setelah tilik rakyatnya yang lagi sedih. Di tipi-tipi, kedatangan beliau diliput habis-habisan, begitu hebohnya sehingga tempat yang dikunjungi beliau itu dipinjamken kasur kasur bagus, orang-orangnya “disumbang” dengan nasi-nasi yang wuenak sehingga ketika Pak Be Ye dan Bu An Ye ikutan ngicipi juga jadi terasa mak nyus, laen hari mereka hanya makan mie instan dan krupuk hampir mlempem karena abis kehujanan.
Ah, seandainya saja sebuah Negara endak perlu ada presidennya, dia dan sodara-sodaranya disini mungkin bakal memilih menjadi negri tanpa presiden. Mereka mampu kok berjalan sendiri sebagai sodara. Mereka mampu hidup tanpa pemimpin yang katanya mewakili rakyat itu. Yang dulu ketika kampanye berkoar-koar mau mensejahterakan rakyat mau membuat yang terbaik buat rakyat. Dimana mereka ketika ombak besar yang istilah kerennya tsunami itu menerjang rumah sodara-sodara yang di Mentawai itu? Dimana mereka ketika sodara-sodara di Meguwo mengeluh endak punya BH dan celana dalam?
Dia dan sodara-sodaranya ini endak butuh ketua DPR yang bisanya cuman mbikin pernyataan yang nganyelke dan bikin mangkel. Apalagi anggota-anggotanya yang cuman bisa molor mirip babi kewaregen pas sidang membahas kepentingan rakyat, tapi nanar berbinar ketika membahas keperluan jidat dan perut mereka sendiri. Siapa diantara mereka yang datang ke sini dan membuatkan tenda untuk sodara-sodaranya yang belum kebagian tempat untuk istirahat. Siapa diantara mereka yang datang kesini ikutan menanak nasi sarapan jatah rangsum buat sodara-sodara yang nunut ngeyup di Stadion Maguwo itu? Ada? Apa matanya yang kelilipen abu vulkanis jadi endak bisa liyat?
Dia sedang membersihkan safety glass yang dia pakai setiap dia naik membantu evakuasi korban, agar matanya bisa melihat dengan jelas ditengah hujan abu yang membutakan mata,mungkin ketika seorang wakil bupati nunggu Taxi bandara yang mau membawanya piknik ke Jembrana. Mungkin ketika Pak Gubernur nganu itu menunggu pesawat yang akan membawanya ke Berlin, dia sedang berlari menuju mobil evakuasi sambil menyeret kantung jenazah atau menginjak pedal gas mobil, beradu cepat dengan awan panas yang mengintimidasinya. Mungkin ketika sodara-sodaranya sedang berjuang menahan hajatnya karena harus antri menggunakan WC, Gayus Tambunan sedang sibuk memilih rambut palsu biar bisa nyaru dan nonton pantat seksi Petenis Rusia itu.
Petang ini, sayup-sayup dia mendengar pidato Presiden USA sambil nggebyuri kaca mobil tua warisan bapaknya yang sudah mulai usang. Biar besok pas dibawa naek lagi bantu-bantu evakuasi endak terlalu ngeres. Cat-nya sudah endak se-kempling presidential cadilac limo-nya Mr. Barrack Obama yang tadi ditumpangi menuju istana, bahkan endak ada apa-apanya dibanding sedan Mercedes-Benz S600-nya Pak Be Ye yang ber-plat RI 1, yang kalok jalan bisa ngebut tanpa ada yang berani nyalip. Siapa coba yang berani nyalip konvoi itu? Bisa-bisa jidatnya bolong ditembak paspampres dengan tuduhan percobaan pembunuhan presiden. Dia melihat pidato 2 presiden itu di setasiun tipi yang sama dengan yang selalu meng-update berita tentang Merapi, tapi entah kenapa, hampir sepanjang siang ini, endak terlihat lagi update tentang Merapi di tipi itu. Tapi ya sudahlah, siapa butuh masuk tipi dengan memamerkan luka bakar di wajah? Masyarakat yang lain juga biar bisa merehatkan mata dari pandangan sekitar merapi yang terlihat tandus dan berdebu itu, berganti dengan sebuah gala dinner yang glamor dan prestisius. Berganti dengan ulasan Mr. Obama yang fasih mengucapkan kata “Bakso, Nasi Goreng, Terima Kasih” lumayan kan, bisa menjadi kebanggaan dan cerita buat anak cucu nanti, bahwa seorang presiden negara besar bisa ngomong “SATE” dengan fasih.
Dia tidak anti dengan Mr. Obama, sedikit kagum malah. Kalok boleh membandingkan, sepertinya, gaya mempresiden Mr. Obama sedikit lebih merakyat daripada Pak Be Ye. Tapi sepertinya kalok dia ndapet undangan audiensi dengan Mr. Obama, dia akan bilang “Maaf, saya endak bisa dateng, mau ngurus sodarane saya yang lagi ngempeng urip di Maguwo. Wakil sama Pak Be Ye saja deh” Halah, siapa juga yang mau ngundang relawan dekil seperti dia? Sambil menyiulkan lagunya R.E.M. yang dinyanyikan ulang sama penyanyi seksi Andrea Corr dan sodara-sodaranya
If you're on your own in this life, the days and nights are long,
When you think you've had too much of this life to hang on
Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
Everybody hurts. You are not alone