Senin, 14 Februari 2011

Derby dan Valentine Day

Sebuah kesibukan rutin nDaru di akhir pekan adalah nonton bola, begitu juga semalem. Dari jam 1 siang sampek larut malem, adaaaa aja sepak bola yang disiarin di tipi. Mulai dari pertandingan LPI yang menyajikan Semarang United kontra Bali Devata, lalu LPI lagi antara Jakarta 1928 vs Cendrawasih Papua, dan yang paling nDaru tunggu yaitu derby mahal antara Manchester City lawan MU, trus trakir yang gak kalah gayeng, Arsenal ketemu Wolverhampton.


Na, kalok yang partai-nya LPI ini karena nDaru penasaran aja sama liganya yang katanya lebih baek itu. Dan sejauh yang nDaru tonton emang agak beda ya dari LSI. Kalok taktik dan permainan sih emang gak jauh beda dari LSI, taktik2 yang Indonesia banget lah. Yang asik adalah pas nonton Tevez dkk yang nyeraang terus ke gawang MU, tapi cuman 1 yang akhirnya luput dari tangan midas Van der Sar. Tapi mereka punya taktik yang OK punya kok. Mancini sukses meracik bintang2 yang dibeli sama seh mansur menjadi tim yang punya determinasi kuat, cuman keknya emang bad luck aja, ato jiper sama dominasi MU.

Di laen sisi, untuk tim matang sekelas MU, gol David Silva gak perlu terjadi. Seharusnya mereka bisa kok meraup kemenangan penuh. Na, dari situ sebenernya ketahuan kalok MU butuh berevolusi. Tanpa meremehkan kebesaran nama Sir Alex Ferguson, kalok gak pengin mengalami musim paceklik kek AC Milan kemaren, MU mau endak mau musti segera berbenah, gak bisa dong mengandalkan Wayne Rooney doang. Emang sih dia jenius mengocek bola dan bikin gol, tapi kan tetep aja masih kalah sama Tevez yang udah membuat 20 goal selama musim ini. Tim2 di liga eropa sudah mulai berevolusi dengan menjadikan tim sepakbola mirip2 pabrik tahu yang di target hasil berapa kalah dan berapa menang, kalok ngaco yaaa...pecat.


kecuali Timnas, AC Milan dan Barcelona, nDaru endak gitu fanatik abis sama sebuah tim. Tapi sepanjang pengamatan nDaru menjadi suporter senior (nDaru udah nonton bola sejak AC Milan bersponsor Motta, musim 1992/1993) Banyak tim2 besar yang sudah harus mengikuti sistem yang sekarang diadaptasi sama kebanyakan tim2 di dunia, sekarang sebuah tim tidak bisa hanya bersandar pada tradisi lawas dan fanatisme para pendukungnya. Lihat saja Chelsea dan Manchester City. Di awal 2000an, di Indonesia, siapa yang ngerti tim berjuluk the citizen ini? Ketika menyebut Manchester, pasti jidatnya langsung dibawa ke MU, padahal Manchester City ini dulu pernah menjadi juara Liga Premiere tahun 1937 dan 1976. Sekarang, Manchester City menjelma menjadi sebuah tim yang dihuni oleh bintang2 dunia macam David Silva ato Nigel de Jong, dan permainan mereka juga gak jelek2 amat.


Memang kalok ngomongin nostalgia, pemain loyal macam Paolo Maldini, Alessandro Del Piero, Ryan Gigs ato legenda hidup laennya, susah dicari. Tapi kalok trus berhenti di permainan mereka ya keknya gak bakal bisa menjawab tantangan industri sepakbola modern yang sekarang sudah menjangkiti ranah sepakbola di seluruh dunia.

Pertandingan berikutnya yang nDaru tonton adalah Arsenal lawan Wolverhampton, sebenernya sih nDaru agak2 pengin Woflerhampton yang menang, biar julukan pembunuh raksasa di kandang mereka sendiri bisa sempurna setelah sukses menghempaskan Chelsea dan MU. Na, pas ketemu Arsenal semalem, Van Persie dkk berhasil meredam permainan ngotot yang diperagakan anak2 srigala itu. Dan, pertandingan terakhir yang nDaru tonton adalah tak lain tak bukan AC Milan vs Parma. Kalok musim kemarin mules2 n males kerja nDaru karena sindrom AC Milan kalah mulu, sekarang gejala itu udah gak sering muncul, apalagi semalem Milan menang banyak lawan Parma.


Lha, terus apa hubungannya dengan Valentine Day? ehehehe...karena sibuk nonton bola, nDaru lupa mbalesin SMS selamat hari kasih sayang. Soale yaaaa..maaf ya, buat nDaru, semua hari adalah hari kasih sayang kok. Buat apa nunggu 14 Februari kalok cuman mau bilang sayang? Valentine Day buat nDaru gak lebih dari sebuah komersialisasi budaya saja yang gak asik kalok diikutin. Cinta itu masalah perbuatan mas/mbak, dan antri mbeli coklat di mall keknya bukan salahsatunya



Jumat, 11 Februari 2011

Tentang Temanggung

Rabu, 9 Februari 2011, 05.30 AM

Dia menghidupkan mesin mobilnya, tak lama setelah yakin mesinnya cukup panas, dikendarainya mobil itu menuju arah selatan, ke sebuah tempat di kaki gunung Sindoro dan Sumbing. Sambil mengemudi, dia terus membayangkan hal seperti apa yang akan dia temui disana. Baru 3 hari yang lalu dia memainkan Roland AT 900 mengiringi saudara sepupunya yang mengikat janji untuk menempuh hidup baru. Kemarin siang, HPnya berdering mengabarkan bahwa Gedung Gereja St. Petrus & Paulus dirusak, sementara sepupunya masih berada di komplek gedung untuk menyelesaikan administrasi pernikahannya.


Setelah hampir 2 jam dia mengemudi, sampailah dia di depan gedung gereja. Dia melihat beberapa bagian rusak terkena lemparan batu dan di bagian lain, ada abu dan jelaga, sisa ledakan molotov. Semalam, dia mencoba browsing di google untuk mendapatkan gambar terbaru gereja itu, hanya sekedar menentramkan hati yang gundah saja. Bagaimanapun juga siapa yang tidak miris dan bergetar hatinya, ketika saudara saudarinya hidup dalam teror dan ketakutan. Tapi tak ada secuil gambarpun dia dapat. Di televisi yang biasa dia tonton, hanya sepotong2 video saja, tanpa memperlihatkan bangunan itu utuh. Mungkin mereka takut ditegur KPI, dan dituduh menyebar ketakutan.


Ini potret kelabu negara yang dia cintai. Tanpa bermaksud mempersalahkan, tapi negara gagal melindungi satu bagian warganya yang berkepercayaan bukan mayoritas. Masih terngiang di telinganya bagaimana beberapa hari yang lalu, jauh di Cikeusik sana, orang dibantai hanya karena mereka berbeda dalam meyakini Tuhan mereka.


Hari ini dia menjadi saksi kebiadaban sebuah ekstrimisme. Ketika seseorang mengajaknya ke sebuah sekolah yang rusak. Ketika dia membayangkan menjadi siswa di sekolah itu, kemana mereka musti belajar. Kemerdekaan hakiki yang malah mencambuk dan mendera mereka yang tidak berdaya, dan keadaan yang seolah-olah membuatnya berjalan tanpa perlindungan, membuat dia ingin pergi saja dari negeri ini. Mencari suaka di negara yang lebih mampu melindungi haknya yang paling asasi. Tak sulit baginya untuk memohon sebuah visa dan green card di Negeri Paman Sam, karena dulu dia terlahir disana. Tapi bukankah itu hanya akan mencoreng para pemimpin negeri ini? Mengusap wajah mereka dengan tai karena dianggap tidak becus melindungi warganya.


Tidak, dia mengubur dalam-dalam pemikiran itu. Bagaimanapun juga, negeri ini yang telah membentuknya menjadi seorang pribadi. Kehidupan serba tanggung dan tidak menyenangkan di negeri ini bagaimanapun juga telah menempanya menjadi sosok kuat yang begitu mencintai negaranya.


Apalah arti sebuah gedung gereja? bahkan Piramid besar dan megah pun harus terkubur di padang Mesir untuk beribu tahun lamanya. Tuhanku tidak ada disitu, Tuhanku yang tidak butuh aku bela ada di hatiku. Apalah arti sebuah gedung sekolah? bahkan perpustakaan buatan raja Ptolemeus II pun akhirnya lenyap. Aku tidak butuh gedung sekolah untuk menajamkan mata hati dan kebijaksanaanku. Aku hanya butuh hidup dan mengasihi teman peziarah hidupku.





Senin, 07 Februari 2011

Press Release

Kali ini nDaru pengin ngocol soal 8 things about nDaru. Ehehehe..sebenernya sebage seorang blogger, nDaru ini endak ada apa2nya lah dibanding blogger laen yang blognya keren abis bin wuapik banget. Karena, disamping bahasa nDaru yang njlepret ngalor ngidul endak karuan, kadang isinya juga endak penting2 amat. Etapi ternyata ada juga pengagum nDaru yang ngasih award ke nDaru, yaitu nyimas ayu Chocovanilla dan yang telah sudi dengan suka rela tanpa nDaru paksa untuk menempatken nDaru di posisi nomer #1 untuk menerima award yang di idekan oleh sodara Yustha Titik Sutanti. Lalu ada pemilik blog harikuhariini *maap ya mbakyu nDaru bener2 clueless tentang nama sampeyan yg nDaru dapet cuman MerNdute Sidragone* yang katanya penasaran bener ma nDaru. Makasih udah ngasih kehormatan nDarunya buat nulis tentang nDaru. Na udah ya...itu poin 1. Dan poin yang ke2....Here we go :p


8 Facts about a weirdo named Franscisca Andanti Prasetyandaru Budiningtyas
(Actually I'm not a weirdo, I just wanna do everythin' with my own way)

#1. Pecinta anjing,
Di rumah saya punyak 3 anjing yang yaaa...endak lucu2 amat sih, cenderung nakal dan sukak saling brantem. Masing2 bernama Tuzien Kurtzweill Van Bronkoost, Moellers Nedhalm Geffenberg, dan Jaque Leon Reveillere, jangan kuwatir kesulitan mengeja nama mereka, karena mereka cukup dipanggil dengan Tukul, Molen, dan Oon saja. Dulu waktu masih ngelmu di kotanya Sri Sultan HB, rumah t4 nDaru tinggal hampir mirip penangkaran anjing. Kalok minggu ato libur gitu, nDaru biasa keliling2 Jogja, nyarik2 kalok ada anjing2 yang keleleran di jalan. nDaru bawa pulang, nDaru rawat, lalu kalok ada yang butuh anjing, bisa mintak ke nDaru. Na, cita2 nDaru suwatu saat nanti adalah mbikin sebuah penangkarang anjing yang agak lumayan gitu, biyar para anjing2 yang keleleran itu ndapet kesempatan yang lebih baek.


#2. Gila film
Ya, nDaru hobi banget sama yang namanya film, terutama yang bau2 action heroes. Beberapa film malah nDaru tonton 2x, sangking senengnya sama itu film. Jadi abis kelar filmnya, keluar terus mbeli tiket lagi n nonton film yang sama. Waktu dulu masih prihatin (sekarang ya tetep sih) bahkan nDaru sempat2in nabung buat nonton spiderman 1, bahkan sangking cepaknya duit nDaru, nDaru sangu tepak buat makan biyar bisa nonton 2x. 


#3. Pakeyan Paporit
Na..sangking gilanya nonton film
action heroes, selera berpakean nDaru endak jauh2 dari anak kelas 6 SD, didukung dengan badan nDaru yang endak gede2 amat, pakeyan buat anak kelas 5 SD bisa pas melekat di badan nDaru. Jadi kalok para cewe' cantik sibuk belanja di Gosh, Pierre Cardin, Guci, atawa merk ladies laennya, kiblat nDaru masih di Kidz Station. Disana nDaru biasa diketawain sama SPG penjuwal kaos Batman dkk itu. Soale pas nDaru nanyak ukuran sebuah kaos, mereka pasti nanyak "Untuk dipakek anak brapa taon mbak?" dan dengan lantang nDaru njawab "SAYAAA" langsung deh si embak pasti senyum2 seperti mengejek selera nDaru.

#4. Angkring mania
Untuk mensuplay kebutuhan
cocot kencono nDaru, nDaru paling hobi nongkrong, kalok kata orang, di kafenya orang sekeng ini. Bukannya mau sok proletaris ya..tapi nDaru menemukan sebuah kemerdekaan tanpa batas disini. Disini nDaru bisa nyruput kopi tanpa gula sukaan nDaru dengan posisi jegang sambil ngemplok pisang goreng tanpa harus menahan glege'en (=sendawa) lico linggo (abv:lali konco lali tonggo=lupa teman lupa tetangga) Coba kalok di starbuck, bisa2 nDaru diusir satkam. Pokoknya kalok ngangkring itu jiyaaan..feels like home banget lah. Jadi setiap nDaru keluar kota, kegiatan malam pertama di kota itu pasti berburu angkring sego kucing.


#5. Kranjingan kereta api
nDaru hobi banget
nyepur, dan mengkoleksi tiket nyepur itu. Sering kalok liburan gitu, nDaru sukak naek sepur ke sebuah tempat, lalu nunggu sepur yang membawa balik lagi. Kayak waktu dulu pas nDaru masih kerja di pabrik pengecer minyak tanah, dari Cepu nDaru naek kereta ke Bandung, trus sampek di Bandung cuman njajan, motret2 bentar, balik lagi ke Cepu. Edan to? Endak juga, buat saya itu asik kok.

#6. (sok) Sporty
Terutama sepak bola, kalok yang ini saya cuman mengambil bagian menjadi suporter sih. Dari liga2 utama duniya,sampek turnamen tarkam, nDaru tonton deh. Soalnya dulu waktu kecil nDaru ikutan babe dines ke Rio Galegos, sebuah kota kecil di Argentina, tau sendiri kan kalok Argentina itu Olympusnya sepak bola. Naaaa, waktu itu nDaru diajak keliling2 sama babe mau nyarik les apa yang kira2 cocok buat nDaru, eeee..malah terdampar di sebuah sekolah sepakbola untuk anak cewe'. Tapi nDaru waktu itu endak pernah sempat ikut turnamen. Badan nDaru terlalu kecil untuk jadi center back, sementara nDaru endak punya tipikal maen seorang striker. Olahraga laen yang nDaru gemarin itu Tennis sama badminton, naaa kalok 2 olah raga ini nDaru 2x seminggu latiyan. Dan 1 lagi, sebuah olahraga yang irit dan bersahaja, lari kliling komplek.

#7. nDaru endak suka sama:
a. Orang yang sukak duduk di
ondak2an (tangga)
b. Orang yang sukak nyalip antrian
c. Cowok yang harumnya macem peri
d. Delman( kesian kudanya disuruh narik2 delman segitu gede, sementara pemiliknya cuman ongkang2 sambil
nglempus)


#8. nDaru suka :
a. Vespa (masih belon kebeli)
b. Miniatur mobil jadul (baru punyak 17 biji)
c. HP Nokia 3310 (rusak)
d.
Pit Onthel (masih nego dengan kantor leasing)
e. Cello (namanya mbembi)
f. Musik klasik & Etnis (ngaruh banget kalok pas mbikin c
orat coret n ngak ngek ngok aransemen)


Itulah tentang nDaru, sebenernya mingsih banyak hal2 tentang nDaru yang mungkin nganyelke ato malah ngangeni :p, tapi soalnya disuruhnya cuman mbikin 8 hal ya wes..kumplit dah 8nya..Semoga cukup jadi obat penasaran. Silakan dihapal siyapa tau nantik keluar di ujian CPNS, jangan khawatir, nDaru berencana mbikin buku juga kok, tapi endak bakal keselip di buku pengayaan anak SD. 


Lalu perintah terakhir dari award ini yaitu ngasih ke orang laen. Saya bingung mau milih siapa aja je.. Tapi coba saya lempar ke 8 blogger yang laen, dan mereka yang siyal menerima lemparan saya yaitu :

1.
Mastein, soale sampek saat ini, walopun sudah dapet 2 undangan masih juga belon menurunken tulisan soal dirinya
2.
Mbah Mbelgedez, sang imam bocor alus yang sukak ngebrik2
3.
Bu Edratna, blogger senior ahli memotivasi
4.
Bang Arman, pasti si abang ini banyak banget ceritanya
5.
Ina, si teman dalam kesakitan
6.
Ais, mbakyu ca'em yang lagi kuliyah di Jogja
7.
Mbak tari, penyiar sonoraaaaa
9.
Ibu Devieriana, Bu PNS nyang sukak high heels


Semoga pada endak keberatan n berkenan menerima award unik ini, gak sulit kok, kan cuman ngetik doang

Jumat, 28 Januari 2011

Saya Tidak mengeluh Bang Luigi, Saya hanya Prihatin

Postingan nDaru kali ini emang sepesiyal nDaru bikin buat merespon komentar Bang Luigi. nDaru beberapa kali mengunjungi blog beliau, dan isinya memang bagus dan inspiratip, nDaru endak meninggalkan jejak disana bukan karena males, tapi sangking bingungnya mau komen apa :p


Memang mungkin buat Bang Luigi dan sebagian orang, apa yang nDaru tulis tentang keluhan Pak Presiden kemarin terkesan reaktif dan berlebihan. Ya..nDaru sadar bahwa mungkin nDaru memang terlalu reaktif terhadap sebuah pemberitaan yang beredar di tipi, tapi bukan tanpa alasan kalok nDaru langsung meng-upload tulisan itu, waktu itu nDaru capek menjadi warga negara di sistem pemerintahan ini.


Masalah cinta kepada negara dan bangsa ini, jangan ditanya deh bang.. Sudah sejak pertama saya bisa mbengok, babe sudah mengajari nDaru nyanyi Padamu Negri, lalu ketika nDaru sudah mulai bisa berdiri dan menggerakkan tangan, nDaru diajari hormat kepada Sang Saka Merah Putih. Sebagai anak seorang serdadu, nDaru menerima pelajaran tentang nasiyonalisme sedikit lebih banyak daripada anak lain. Babe nDaru begitu getol menanamkan nilai2 kehormatan dan nasionalisme a la serdadu pada anak2nya. Beliau begitu bersemangat menceritakan pengalamannya menjadi penjaga perbatasan di Timor Timur dulu, sama bersemangatnya juga ketika beliau bercerita mengenai keikutsertaan dia di Kontingen Garuda, 2 X malah. Mendengar cerita2 itu, jiwa saya seperti ditantang untuk bertanya "apa yang sudah kamu kasih buat negara?"


Tapi nDaru juga musti nyinyir menerima kenyataan bahwa dulu ketika Babe bertugas di Timor Timur, nDaru musti dititipken ke opung nDaru di Tapanuli sana, karena tidak mungkin babe bertugas menjaga perbatasan sambil mengasuh 5 anaknya, sementara mami nDaru juga harus bekerja di tempat lain untuk memastikan bahwa kami sekeluarga mendapat penghidupan yang layak. nDaru juga musti menelan ludah ketika dulu mami bercerita, setiap hari beliau melihat tv dan membaca koran, hanya untuk memastikan pangkat Babe tidak naik tapi dengan tambahan Anumerta ketika bertugas di Kongo.


nDaru masih capet-capet ingat ketika dulu mami menggendong nDaru ke sebuah kantor polsek di pinggir Jakarta untuk menjemput kakak kembar nDaru yang ketangkep tawuran. Terpaksa nakal karena babe jarang dirumah untuk memberi mereka cukup ilmu kebijaksanaan. Membela bangsa toh butuh pengorbanan. Termasuk untuk tidak berada dekat dengan keluarga.


Ya..nDaru ikut hormat ketika kakak pertama nDaru disumpah menjadi kusir pesawat tempur dan mengikuti passing out parade. nDaru juga anak yang menerima bendera merah putih ketika Babe resmi dikembalikan menjadi warga biasa. nDaru merasa beruntung, meski bukan dilahirkan di keluarga yang sanggup menggelar resepsi pernikahan yang mewah dan menghadirkan presiden, tapi toh babe dan mami nDaru cukup membiayai nDaru sampe menjadi kernet insinyur. nDaru juga endak musti mengalami gizi buruk dan antri BLT.


Dari gemblengan babe itulah yang membuat nDaru endak ikut2an memboikot untuk stop membayar pajak. nDaru masih punya NPWP, meski nDaru sadar bahwa mungkin duit yang nDaru bayarkan itu mungkin bakal dikemplang sama OKNUM pegawai pajak. Saya meng-kapitalkan OKNUM karena saya yakin masih banyak pegawai pajak yang berdedikasi untuk pekerjaan mengumpulkan uang yang menjadi hak negara itu. Orang2 yang rela naek sepeda motor butut ke desa2 dan mengajari orang untuk sadar pajak. Dan nDaru yakin kok, banyak orang yang masih mau membayar pajak seperti nDaru. Dulu nDaru ikutan sebuah penyuluhan tentang pengisian SPT tahuanan, dan yang datang juga lumayan banyak. Itu bukti bahwa masih bayak orang yang sadar dan rela membayar pajak. Jadi kalok gaji tentara dan polisi endak naek sepertinya bukan karena rakyat kita endak mbayar pajak. Pasti ada hal laen.



Tentang memilih, sejak nDaru sadar bahwa ternyata banyak pemilihan umum itu banyak yang konyol, nDaru berhenti nyoblos, bukan karena nDaru mau sok sombong2an, nDaru cuman endak mau suara nDaru menjadi legitimasi yang melanggengkan sebuah sistem yang bobrok. Di kota nDaru, jalan protokol di tengah kota itu jelek banget, banyak lubang sana sini dan bergelombang, ketika mau di aspal ulang, DPRD endak setuju dengan alasan nantik yang ngaspal itu yang dapet nama, wong sebentar lagi ada Pemilukada walikota. Buat nDaru, itu sinting.


Tentang mentaati hukum. Ya nDaru berusaha taat, nDaru berusaha ikut sidang tilang meski ternyata disana banyak kecewanya.


nDaru masih berusaha menjiwai optimisme seorang bapak paruh baya yang sukak jualan Kacang Godok di depan komplek nDaru tinggal. Meski hujan lebat dia masih berdiri di situ dan berharap ada orang datang membeli Kacang Godoknya. nDaru juga masih pengin menghayati sebuah ungkapan dari Prof. Komarudin Hidayat yang nDaru dapet dari Twitter

komaruddin hidayat
@
@. Perjuangan bangun bangsa dan negara itu lintas generasi. Sekecil apapun partisipasi ssorg tak ada amal baik yg sia2.

ya, sekecil apapun sumbangan anda untuk negara ini, tidak akan ada yang sia2. nDaru kagum dengan orang2 seperti Abang yang melanglah buana ke negeri antah berantah, membawa bendera merah putih di lengan kiri (betul ya bang? lengan kiri? Babe saya dulu di lengan kiri). Bahkan dulu nDaru ingin menjadi orang seperti abang. Tapi kemudian nDaru memutuskan untuk menjadi bagian yang lain saja. nDaru memilih untuk mencintai negara dan bangsa ini dengan cara nDaru sendiri, yaitu menjadi warga yang menjalani hidup di negara ini dengan segala sistemnya dan berkarya sesuai dengan disiplin ilmu dan talenta yang nDaru punyak.
Tapi ya, sebagai warga negara nDaru pun harus miris ketika melihat sistem pemerintahan yang seperti ini. nDaru cuma melihat bahwa pemerintah tidak punyak greget untuk segera berbenah. Ada hal baik lainnya yang bisa dikerjakan untuk negara, tapi budaya kerja pemerintah masih berputar pada birokrasi yang muter2 dan penyelewengan dana.


Terima kasih untuk mampir dan menyempatkan diri meninggalkan komentar yang begitu panjang. Salam saya dari Salatiga, kota kecil yang sejuk dan ibu2nya yang masih bingung kenapa harga cabe dan beras begitu mahal.


Sabtu, 22 Januari 2011

Gaji Naek..OK ndak masalah

nDaru kok agak sedikit mengernyitkan jidat pas kemaren Pak Presiden kita yang kata sebageyan orang ngguwanteng itu ngeluh soal gajinya yang CUMAN 62 juta. Memang sih, kalok kita mbandingken gaji2 pejabat negara, presiden termasuk ke golongan yang yaaaa ndak tinggi2 amat, soalnya kan gaji Direktur BUMN dan Gubernur BI masih di atas presiden. Tapi, kalok menurut cocot kencono nDaru, yang secara otomatis menyonyo sendiri kalok liyat sesuwatu yang ndak make sense, gaji segitu untuk ukuran presiden Indonesiya sudah lebih dari cukup.


Mari kita liyat lagi. 62 juta itu gaji bersih lo ya. Presiden ndak perlu mikir rumah, dhahar, bahkan mbayar pembantu buat nyuciin pecisnya. Lho, presiden itu kan kalok dhahar dibiyayain negara to. Apa sampeyan pernah liyat presiden njajan di warteg ? Ato Bu Ani blanja lombok di pasar buat masak? Presiden ya tenang2 saja harga beras, cabe, minyak goreng, gula, bawang merah, dan bahan pangan lain naek, lha ndak perlu mbeli je. Makanya, kalok ada kenaikan harga begitu presidennya cuwek2 saja. Padahal, di negara Malesiya sana, yang disebelin banget sama orang2 kita, penjuwal ndak bisa seenak jidat naikin harga dagangannya karena pemerentahnya melindungi mekanisme pasar secara sungguh2.


Terus, rumah. Presiden dapet istana paling megah to? Apa dia mikir mbayar lestrek, ledeng, telpun, ac, dkk sendiri? nDaru yakin kok presiden ndak pernah ngalamin pemadaman bergilir dari PLN seperti yang nDaru derita beberapa hari ini, soalnya di istana gensetnya ribuwan wot. Lalu, kalok presiden gerah, dia dapet tim dokter ahli paling jos sak Indonesiya, bahkan dunia. Kalok mau tindakan ke luwar negri, ndak perlu antri mbeli tiket atok kena refund macam calon penumpang Mandala Air, lha gratis je dan bisa mbawak temen sakRW.


Terus itu lagi, masalah keamanan. Presiden itu kan dapet pengawalan dari pasukan paling elite se-Indonesiya. Bahkan, pasukan itu siyap mempertaruhkan nyawa buwat keselamatan beliau dan keluwarga. Mungkin, Pak Presiden perlu tanyak brapa gaji para pengawalnya dan siapa yang jamin keselamatan mereka, ato sudah mbayar iuran ledeng belom ato ngirimi duwit ke keluarganya. Na, satu lagi. Presiden ndak perlu kenak macet ato mesti antri tiket busway kalok mau berangkat ke kantor. Sekali jalan, ha tinggal lewat. Ndak perlu ngantri lampu merah, bahkan banyak kendaraan musti minggir, kasi jalan ke beliau sekalipun mungkin ada yang lagi nyarik pom nahan berak (maap). Dan mobil presiden itu mobil mewah dan aman dengan jendela bullet proof, lho! Kalok mau mlintheng kaca mobil presiden, orang harus siyap2 kena tuduhan makar.


Hayo coba, fasilitas itu kalok dihitung lagi trus ditambah sama gaji pokok yang cuman 62 juta itu jadinya brapa? Bandingken dengan gajinya Juminten yang mencapai 1juta per bulan, padahal dia punyak title pencerdas kehidupan bangsa dan negara. Itupun masih miker mbayar ledeng, listrik, ngantri bangjo, blanja di pasar, belon diblong jalannya sama truk dan bus2 gede kalok naek motor bututnya, dan harus memeras otak buwat ngapdet pembelajaran buwat cantrik2nya, lha kalok endak dapet ancaman pecat. Ha presiden mau mbikin pernyataan sekontroversial apa saja, bahkan kerjaannya belum beres dimana2, lha tetep ndak ada yang mecat, malah dibela habis2an sama pengekor setianya.


OK..mungkin mbandingin Presiden dengan Juminten yang cuman dosen yunior itu adalah sesuwatu yang konyol, bukan sebuah perbandingan apple to apple, lebih tepat mungkin apple to dondong kali yak...Mari kita bandingken dengan sesama pemimpin negara. Soal mobil saja perdana mentri Tokyo, kalok kesono kesini pakek Lexus LS 460 sementara Presiden kita memakai Mercedes Benz W221. Menurut brosingan nDaru, mobil RI 1 kalok buat mbeli mobil PM jepang itu ndapet paling endak 5 biji. Itu belon dengan para pengiringnya lho ya..Monggo kalok mau nyarik2 info mobil2 kepresidenen di duniya terus mau mbeli kembarannya silakan klik disini. kalok soal gajinya sendiri..Monggo di klik disini.


Jadi gini, gaji presiden naek endak masalah. Tapi, kalok menurut pengalaman nDaru dulu waktu kerja di pabrik pengecer minyak negara, ada sistem punishment and reward. Kalok sampeyan kerja bagus ya ndapet promosi, kalok kerjanya jelek ya dipotong gajinya. Na, itu mustinya juga berlaku untuk presiden dan semua pejabat negara. Lha kalok Direktur BUMN dan Gubernur BI itu kerjanya dinilai ndak memuaskan, ya tinggal potong gaji to. Gitu saja kok repot. Kalok ndak mau iri sama gaji Direktur BUMN dan Gubernur BI, lha tinggal mbikin sistem baru yang memungkinkan gaji presiden naek setiyap bulan dan gaji Direktur BUMN dan Gubernur BI dibawah gaji presiden.

Selasa, 18 Januari 2011

Miskin Empati

Akhir-akhir ini kok nDaru rada anyel melihat kelakuan orang2 menyikapi bencana alam ya. Lha, mbok sampeyan bayangken to. Weekend kemaren nDaru ke Jogja buat nengok sodara-sodara di daerah Cangkringan sana. Dari Salatiga, nDaru disuruh paklek buat ngambil jalur Klaten saja, ndak Magelang, soalnya jalur itu kata paklek lagi penuh2nya orang. Dan, yang mbikin nyebahi orang2 datang dengan mobil dan motor superkinclong mereka cuman buat liyat seperti apa banjir lahar dingin itu. Wooo, lha ndak heran kok jalannya jadi macet total.


Aduh, sebenernya apa isi kepala orang2 macem itu? Mbok ya mikir to, jalan sudah macet gara2 material vulkanik Merapi membanjiri jalanan, kalok ditambah mobil2 dan motor2 mereka yang keren itu apa ndak mbikin tambah macet? Ha lagipula daripada menuh2in jalanan, mbok mbantu polisi dan relawan ngatur lalu lintas dan bersih2 jalan. Kok ya masih sempet mbuang2 bensin buat nongton.



Belum lagi yang dikerjain disana itu super konyol: poto2! Lagi, poto2. Banyak yang ngrasa hebat bisa poto sama batu segede kingkong yang dibawa aliran lahar dingin dari puncak Merapi. Bahkan ada jugak yang bangga bisa poto sama deretan rumah yang rusak parah kena sapuan lahar dingin Merapi. Mungkin ada dari mereka yang coba poto sama mayat korban lahar dingin ya.



Ini jugak cerita dari paklek nDaru. Di malem taun baruan kemaren, banyak orang menyerbu daerah sekitar Merapi yang kena semburan awan panas, terutama yang paling populer Kinahrejo. Datang kesanapun hanya cuman buat poto2! Menurut paklek nDaru, poto di daerah yang kena bencana alam hebat dan bekas terjadinya sebuah tragedi mbikin pelancong2 itu bangga, lalu berpose dengan berbagai gaya. Saat itu paklek bilang mbok ya Merapi tiba2 ngamuk lagi biar pelancong2 itu ngrasain ndak enaknya kena awan panas dan hujan pasir.



Lalu, duluuuuu ketika Merapi sedang mengamuk, mereka kemana? Apa mereka mau datang membantu tim relawan buat nyarik korban ato ikutan masak sama bapak2 TNI buat para pengungsi? Apa mereka seberani sekarang naik ke daerah Kinahrejo? Menurut paklek nDaru sih, jumlah pelancong yang datang setelah Merapi mereda dengan jumlah relawan yang membantu pas Merapi lagi aktip lebih banyak pelancongnya.



Apa memang begini ya mental masyarakat sekarang itu, miskin sekali empati. Orang susah sekali sekarang memutuskan perlu tidak melakukan sesuatu. Ya, datang ke daerah bekas bencana alam itu boleh kok, tapi kalok kemudian mengganggu kepentingan umum kok ya konyol jugak.

Selasa, 04 Januari 2011

Tabahlah Bachdim

nDaru demen sama ne pemaen nasonal. Tapi maap lho, nDaru bukan ababil yang sukak sama tampangnya doang sampe2 mo mbikin agama bachdim segala macem itu, nDaru suka sama sikap Irfan Bachdim yang tetep keukeuh mau maen buat tim yang mengontrak dia meski dia diancam gak bakal bisa masuk Timnas Garuda lagi. Padahal daridulu dia udah mupeng banget pengin membela Timnas, dan toh di Piala AFF kmaren, meski endak jadi top sekorer maupun pemaen terbaek. Bachdim endak bisa dikataken maen jelek.


Inilah susahnya idup di Indonesia, entah dulu pas hijrah dari dusun emaknya, di Nederland sono, si Bachdim ini mikir bakal kek gini ato endak. Hanya gara2 tim yang mbayar dan nemuin bakat dia mengundurkan diri dari Liga resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah dan mengikuti Liga laen buatan orang yang peduli banget dengan perkembangan sepakbola negara ini, dia diancam endak boleh ikutan membela Timnas PSSI. Sebenernya, kalok Bachdim hanya ingin menuruti ambisi dia buat membela timnas, bisa saja dia pindah ke klub lain ato saking keselnya sama otak dangkalnya PSSI sekarang, dia pulang ke Belanda sono karena dia pun sudah mulai dilirik sama pelatih Belanda setelah main di AFF kemaren.


Tapi, kenyataannya Bachdim lebih milih buat stay, sekalipun dengan resiko endak bisa membela timnas. Disini dia nunjukin kalok dia memang bener2 pengen maen buat Indonesiya dan mempersembahkan kemampuan buat negeri ini endak berarti harus ikut jugak di timnasnya. Ya to? Bachdim memilih bermain di kompetisi yang lebih fair dan tertata rapi daripada kompetisi bikinan pemerentah. Itu jawuh lebih mulia daripada main di timnas. Dia punya prinsip, prinsip buat mendukung mereka yang sungguh-sungguh menghargai olahraga dengan usaha nyata daripada sekedar nyumbang 25 hektar tanah buat timnas.


Yaaa..nDaru menyayangken sikap PSSI yang begini. Logikanya ya, sebagai induk terbesar olahraga sepak bola di Indonesiya, PSSI harusnya memberikan fasilitas dan perlindungan pada para atlet buat berkarya. Kalok sekarang liga bentukannya saja sudah awut-awutan, eee… muncul liga baru malah marah-marah dan maen sanksi.


Inilah tipikal birokrat Indonesiya: seenaknya sendiri dan endak mau belajar. Jadi kalok sepakbola Indonesiya belon bisa juara dimana-mana ya wajar. Pemain-pemain bertalenta tinggi dan pelatih hebat ndak cukup mencetak juara, pengurus organisasinya jugak harus berdeterminasi bukan arogan seperti yang ditunjukkan PSSI. Sampek taun kingkong Indonesiya mau menaturalisasi semua pemain timnas Argentina misalnya dengan pelatih hebat macam Arsene Wenger ato Alex Ferguson tetep saja ndak bisa juara kalok PSSI-nya masih seperti anak kecil begitu.


Kalok menurut nDaru sih, para pemain dan atlet Indonesiya seharusnya punyak sikap semacam Bachdim. Berkarya itu tidak berhenti pada timnas saja. Tapi, endak berarti bahwa kita endak peduli pada timnas lo ya. Toh, semua punya pilihan kok. Dan, kalok boleh ngasih saran sih, semua klub di LSI pindah aja ke LPI, kan PSSI malah bingung sendiri mau ngambil pemain timnas darimana. Sudah saatnya kita bertindak serius untuk memajukan persepakbolaan negeri kita tercinta. Kalok cuma mau nurut sama PSSI,yaaaa gimana ya, PSSI pimpinan Nurdin Halid ini sudah bukan rahasia umum -bahkan Kingkong botak pun tau- kalok ndak bisa membawa perubahan positip, malah maen otoriter.


Kepada dek Irfan, selamat datang di Indonesiya. Tabahlah menghadapi ketidakpastian. Toh usia adek lebih panjang daripada usia kepemimpinan yang lagi mimpin PSSI sekarang.