Selasa, 04 Januari 2011

Tabahlah Bachdim

nDaru demen sama ne pemaen nasonal. Tapi maap lho, nDaru bukan ababil yang sukak sama tampangnya doang sampe2 mo mbikin agama bachdim segala macem itu, nDaru suka sama sikap Irfan Bachdim yang tetep keukeuh mau maen buat tim yang mengontrak dia meski dia diancam gak bakal bisa masuk Timnas Garuda lagi. Padahal daridulu dia udah mupeng banget pengin membela Timnas, dan toh di Piala AFF kmaren, meski endak jadi top sekorer maupun pemaen terbaek. Bachdim endak bisa dikataken maen jelek.


Inilah susahnya idup di Indonesia, entah dulu pas hijrah dari dusun emaknya, di Nederland sono, si Bachdim ini mikir bakal kek gini ato endak. Hanya gara2 tim yang mbayar dan nemuin bakat dia mengundurkan diri dari Liga resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah dan mengikuti Liga laen buatan orang yang peduli banget dengan perkembangan sepakbola negara ini, dia diancam endak boleh ikutan membela Timnas PSSI. Sebenernya, kalok Bachdim hanya ingin menuruti ambisi dia buat membela timnas, bisa saja dia pindah ke klub lain ato saking keselnya sama otak dangkalnya PSSI sekarang, dia pulang ke Belanda sono karena dia pun sudah mulai dilirik sama pelatih Belanda setelah main di AFF kemaren.


Tapi, kenyataannya Bachdim lebih milih buat stay, sekalipun dengan resiko endak bisa membela timnas. Disini dia nunjukin kalok dia memang bener2 pengen maen buat Indonesiya dan mempersembahkan kemampuan buat negeri ini endak berarti harus ikut jugak di timnasnya. Ya to? Bachdim memilih bermain di kompetisi yang lebih fair dan tertata rapi daripada kompetisi bikinan pemerentah. Itu jawuh lebih mulia daripada main di timnas. Dia punya prinsip, prinsip buat mendukung mereka yang sungguh-sungguh menghargai olahraga dengan usaha nyata daripada sekedar nyumbang 25 hektar tanah buat timnas.


Yaaa..nDaru menyayangken sikap PSSI yang begini. Logikanya ya, sebagai induk terbesar olahraga sepak bola di Indonesiya, PSSI harusnya memberikan fasilitas dan perlindungan pada para atlet buat berkarya. Kalok sekarang liga bentukannya saja sudah awut-awutan, eee… muncul liga baru malah marah-marah dan maen sanksi.


Inilah tipikal birokrat Indonesiya: seenaknya sendiri dan endak mau belajar. Jadi kalok sepakbola Indonesiya belon bisa juara dimana-mana ya wajar. Pemain-pemain bertalenta tinggi dan pelatih hebat ndak cukup mencetak juara, pengurus organisasinya jugak harus berdeterminasi bukan arogan seperti yang ditunjukkan PSSI. Sampek taun kingkong Indonesiya mau menaturalisasi semua pemain timnas Argentina misalnya dengan pelatih hebat macam Arsene Wenger ato Alex Ferguson tetep saja ndak bisa juara kalok PSSI-nya masih seperti anak kecil begitu.


Kalok menurut nDaru sih, para pemain dan atlet Indonesiya seharusnya punyak sikap semacam Bachdim. Berkarya itu tidak berhenti pada timnas saja. Tapi, endak berarti bahwa kita endak peduli pada timnas lo ya. Toh, semua punya pilihan kok. Dan, kalok boleh ngasih saran sih, semua klub di LSI pindah aja ke LPI, kan PSSI malah bingung sendiri mau ngambil pemain timnas darimana. Sudah saatnya kita bertindak serius untuk memajukan persepakbolaan negeri kita tercinta. Kalok cuma mau nurut sama PSSI,yaaaa gimana ya, PSSI pimpinan Nurdin Halid ini sudah bukan rahasia umum -bahkan Kingkong botak pun tau- kalok ndak bisa membawa perubahan positip, malah maen otoriter.


Kepada dek Irfan, selamat datang di Indonesiya. Tabahlah menghadapi ketidakpastian. Toh usia adek lebih panjang daripada usia kepemimpinan yang lagi mimpin PSSI sekarang.



10 komentar:

ina mengatakan...

Makin tambah banyak dong fans irfan..kecuali pengurus PSSI tentunya...xixixi...ya sudahlah kalo PSSI masih begini-begini aje...kapan majunya persepakbolaan kita?

nDaru mengatakan...

@Ina,
maju kok...bentar lagi maju kita..nunggu nurdin halid turun bentar

eyha mengatakan...

setujuuu, mbak....
ntar lagi juga turun tahta tuhh..
kaga tau malu banget sihh...huuhh..

Anonim mengatakan...

denger-denger Nurdin Halid tetap bertahan di GBK ya? Gara-gara sama tukang parkir di GBK mobilnya suruh mundur dianya nggak mau.. :))

btw, salut buat Bachdim karena dia masih mau bertahan di Persema. Kalau ke malang mau kopdar ah.. *lho* :))

nDaru mengatakan...

@eyha,
tinggal nunggu aja bentar

@Anonim,
ehehehe..asik jg keknya kopdar ma irfan

ai mengatakan...

kasian si bachdim

chocoVanilla mengatakan...

Wong main bola saja kok dipolitisasi. Liat tuh Pak Nurdin di depan Pak Bakri ampek munduk-munduk begitu :( Emang takut diapain sih?

andinoeg mengatakan...

PSSI gak pernah mau belajar mengakui kekurangannya

Asop mengatakan...

Hehehe, ini bukti bahwa Bachdim gak hanya pengen sekadar terkenal membela timnas. Dia cinta Kota Malang. :D

Saya hanya berharap dia bisa beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia. Mungkin di Belanda tempo hidupnya (kerja) cepat, di sini (mungkin) terasa lambat.
Di sana internet (mungkin) cepat, di sini lemot. :D Semoga dia bisa tahan. ;)

nDaru mengatakan...

@ Asop,
kan sesuwai sama peribahasa kita "biar lambat asal selamat"