Jumat, 12 Agustus 2011

Mbak Darsem


Tahu kan ya Mbak Darsem? TKI yang lolos dari hukuman pancung di Arab Saudi sana kan ya? Lha, tiga hari yang lalu kalok ndak salah, nDaru nonton tipi dan liyat Mbak Darsem di salah satu setasiun tipi swasta nasional. Menurut pemberitaan setasiun tipi itu, Mbak Darsem kok kesannya kurang konsisten gitu. Dulu, pas dapet uang sumbangan dari pemirsa setasiun tipi swasta itu yang mencapai 1,2 M, dia bilang mau menyumbangkan sebagian uangnya ke keluarga Ruyati, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi, trus untuk beramal sodakoh, dkk. Kemaren pas tau yang disumbang cuma 20 juta, si setasiun telepisi swasta merasa apa yang disumbangkan Darsem endak sebanding dengan apa yang sudah dia dapet. Bahkan, ia dituduh bergaya hidup wah sekarang.

Wah, nDaru ngakak tenan. Kalok menurut nDaru sih, lha setasiun tipi swasta nasional itu yang lebay. Mereka terlalu reaktip menghadapi kasus Darsem. Sejak awal uang itu tujuannya untuk membantu pembebasan Darsem, tapi ternyata sudah dibayar oleh pemerentah. Lha, terus kalok duitnya itu glondongan dikasi Darsem ya sudah pasti resikonya bakal dipakek buat Darsem buat ngapain saja dong. Coba setasiun tipi swasta nasional itu mikir panjang. Jangan dikasih glondongan, tapi dibikinken usaha melalui duit itu misalnya, seperti yang dibilang oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Andi Zainal Abidin di situs ini.

Ndaru jugak setuju dengan apa yang dibilang Pak Dirjen, uang yang lain kan bisa buat membantu TKI yang lain, jadi jangan dikasih semua. Lha, kalok sekarang udah terlanjur dikasihken Darsem ya jadi haknya Darsem dong. Jadi, dia mau ngapain saja dengan duit itu ya terserah dia. Kita toh ndak tahu masalah apa yang dihadapi oleh dia, dia butuh apa, utang brapa, dsb.

Ngasih bantuan sih boleh-boleh saja, malah sangat mulia, tapi mbok ya caranya itu yang edukatip. Kalok menurut gamblehan nDaru sih, setasiun tipi swasta nasional itu terlalu terburu-buru, bahkan sudah masuk ke gejala pengen nyarik popularitas. Ini lho saya bisa mengajak masyarakat membantu TKI. Hanya segitu kah? Cara seperti itu malah tidak mendidik. Jadi sekarang, ya jangan protes.

Senin, 01 Agustus 2011

Memang Keknya Negeri Para Bedebah

Wah..ndak sadar ternyata nDaru sudah absen pada pambacotan ageng di blog ini hampir satu windu. Hehehe. Naaaa, untuk ngapdate bacotan nDaru, kali ini nDaru mau nggambleh soal kasus-kasus yang lagi heboh di negara ini. Ya, memang nDaru lagi care sama negri ini. Sebenernya selalu care sih, cuma kadang agak males menoleh ke tingkah pejabat pemerentah yang ndak mutu babar blas. Tapi, kali ini, nDaru memang lagi gatel pengen ngomong soal kisruh KPK dan kasus-kasus lain yang masih anget beberapa hari terakhir ini.

Sampeyan pasti sudah ngerti kalok Nazarudin menuduh beberapa pimpinan KPK terlibat dalam suap proyek wisma atlet. Ujung-ujungnya, banyak pihak kecewa, termasuk Ketua DPR yang sampe tega ngomong kalok panitia seleksi pimpinan KPK memang ndak nemu figur pimpinan KPK yang oke, mending KPK dibubarin aja. Wah, kalok menurut ngelmu nggambleh nDaru ya, pernyataan itu kok kesannya buru-buru banget dan bahkan lebih mirip rengekan anak TK umur 5 tahun yang cengeng daripada suara seorang pimpinan yang bener-benr melek mata dan hati.

Siapa bilang ndak ada figur pimpinan KPK yang oke? Antasari Azhar itu oke, tapi karena dia oke terus dikriminalisasi. Apa DPR pernah mendesak kasusnya dibuka ulang ato ngasih dukungan dan pengawasan terhadap perkembangan kasusnya? Endak tuh! Lha, terus sekarang mau gimana? Kalok pimpinannya oke dikriminalisasi, kalok ndak oke disuruh bubar. Lha rak gemblung to?

Yang mau nDaru tekankan disini adalah negara ini sebenernya kebanyakan pejabat pemerentah yang munafik dan ndak konsisten. Pertama sih koar-koar bilang ayo berantas korupsi terus membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi. Eh, setelahnya justru lembaga ini malah diserang sama pejabat-pejabat pemerentahan laennya yang ndak mau korupsinya ketahuan dan ndak mau dihukum gara-gara itu. Ya sama aja. Pembentukan KPK cuman sekedar dijadikan alat pencitraan kalok negara serius memberantas korupsi, tapi kelakuan pejabat pemerentahannya ndak berubah. Tetep aja korupsi dan malah lebih kreatip, soalnya gimana caranya tetep korupsi tapi bisa menglabui KPK.

Ayo dong Pak Ketua DPR, mbok diliyat lagi duduk persoalannya. Kalok dia bener-bener Ketua DPR yang memang memimpin perjuangan aspirasi rakyat, harusnya dia bisa melihat sumber dari segala masalah di negri ini adalah ketidakkonsistenan mereka yang menjalankan roda pemerentahan dengan segala perannya. Jadi, ndak adil kalok KPK yang dilimpahi segala kesalahan kegagalan pemberantasan korupsi di negri ini. Gimana mau berhasil kalok mau nangkep koruptor tapi pejabat pemerentah lainnya malah melindungi? Gimana KPK mau berhasil memberantas korupsi, kalok DPRnya masih korupsi, mentrinya dan MA dan berani mengeluarkan hukuman berat bagi koruptor, dan presidennya ndak membuat perubahan sistem sekaligus berani tegas sama kasus-kasus korupsi.

Coba kita amati lagi. Negara kita tergolong negara yang sistem pemerentahannya boros, sukak muter-muter, dan ndak jelas tujuannya. Di satu departemen pemerentah saja misalnya, ada berapa anak departemen yang diisi oleh PNS-PNS? Kemenpora masih punyak Badan A, Badan B, Badan C, dst. Belum lagi, ngurusin mafia pajak saja presiden musti membentuk Satgas Anti Mafia Hukum, ngurusin TKI juga lagi-lagi membentuk Satgas. Logikanya, kalok dengan sebegitu banyaknya badan-badan di bawah departemen, harusnya segala urusan dan kasus di negara ini beres dong. Kasusnya Bank Century bakal sudah closed sekarang. Masyarakat Porong, Sidoarjo sekarang juga sudah dapet ganti rugi dan bisa hidup dengan layak kembali. Tapi ya, sekali lagi, karena para pejabat pemerentah itu ndak ikhlas bener buat kerja dan sibuk nylametin mukak mereka yang ndak kece, jadinya semua kasus itu hanya muter saja. Sementara, kalok dikritik, presidennya langsung nesu, nuduh media terlalu kejam. Bahkan, ajudannya yang paling setia ikut-ikutan nantang media.

Jadi ya, menurut gamblehan nDaru sih, ndak usah ngarep negara ini maju kalok pejabat pemerentahannya masih bermental tempe seperti itu.

Senin, 21 Maret 2011

Gonggongan Si Jojon

Namaku Jojon, bukan pelawak yang terkenal dengan kumis a la Hitler-nya itu lho, nama kumplitku Johnny Mikhaelo Pettrovic. Aku anjing kampung biasa yang nunut ngeyup di sebuah rumah mepet sawah kepunyaan seorang pecinta anjing. Di rumah ini aku endak sendiri, disamping si empunya rumah yang wajahnya kece itu, aku tinggal bersama 3 anjing lainnnya. Yang tertua adalah Broder Tukhul, lalu Broder Molen dan seekor anjing titipan yang laen yang namanya sok sok kayak bule Prancis. Sementara ini aku tinggal bareng disini karena tempat tinggal asliku di sebuwah vihara di lereng merbabu endak gitu kondusip dan mendukung pertumbuhan tulang belakangku. Jadi beberapa hari yang lalu itu, kedua kaki belakangku sama sekali endak bisa buwat gerak, jangankan buwat jalan, wong dicubit disitu aja endak kerasa je. Kata dokter aku kekurangan kalsium, tapi itu beberapa hari yang lalu, sekarang aku udah baekan kok, udah bisa maen sama temen2ku bertiga itu.

Sudah ya, itu soal jati diriku. Yang mau aku gonggongin disini bukan soal aku kok, tapi anjing titipan yang satu lagi itu. Pertama pas ketemu aku itu jiyaan, kesane dia itu sombong, sok kuwasa, sok yang punyak rumah, padahal penghuni berkaki 4 yang resmi berKTP sini kan cuman Bro Tukhul sama Bro Molen. Tapi kemudian setelah kami melewati beberapa malam bersama, akhirnya kami akrab dan sukak saling curhat soal masa lalu kami.

Dia banyak cerita soal majikan aslinya yang kata dia mahasiswi pasca sarjana di sebuwah perguruan tinggi suwasta nan kondang misuwur di republik ini. Dia itu disamping wajahnya endak terlalu kece, dia jugak sok modis dan sukak eksis di duniya maya. Di semuwa jejaring sosiyal, kalok kata temenku yang asli mbantul itu bilangnya socmed, majikan dia ini punyak akun semuwa. Termasuk mesin ngobrol jarak jawuh alias chatting MIG 33. Kalok yang itu aku agak2 endak mudeng wong tauku ya sebatas tulang sama sop balung bikinan si empunya rumah ini. Temenku itu dititipken disini juga karena relasi majikannya dengan adeknya yang punyak rumah ya itu majikan sementaraku itu. Katanya dia mau mudik dan dititipken disini cuman 1 minggu, e sekarang udah 3 bulan endak diambil2.

Kalok kata dia, hidup disini jawuh lebih nyaman dan lekker daripada tinggal di rumah majikan aslinya, disamping bisa dolan2 dan lari2 karena disini endak banyak perabotan, makanan juga terjamin. Apalagi soal kesehatan, dia punyak kelainan di matanya aja dipreksain ada apa, lalu ketika dia mabok superpel aroma apel yang dia kira jus, malem2 dia dibawa ke ndokteran biar ndapet perawatan, wes to kalok kata dia, hidup di sini sama di tempat majikannya itu bagaikan hidup di surga dan di neraka. Lha bagemana endak to. Disana itu katanya sempit, sering ditinggal2, udah gitu kadang masuk kandang yang cuman berukuran cuwilik banget. Jadi endak bisa bebas kayak disini. Dan kadang lagi kalok pacar majikannya yang goblok itu dateng, dia sukak dicuwekin. Ha bagemana endak goblok to, wong sekolah S1 aja udah 7 tahun endak selese2 kok. Kalok endak goblok ya pethuk.

Dan aku mbuktiin ucapan temenku tadi bener adanya, waktu itu entah kena setan apa, pacar majikan temenku itu dateng njemput temenku tadi. E ternyata bener jugak, kalok diliyat dari tampangnya, kayaknya memang masuk golongan yang hanya berpangku tangan menunggu harapan yang tidak pasti, ini kata mas Toni Blank yang sukak aku tonton di sela2 kesibukanku nyarik2 kutu dibadanku sendiri. Katanya pacarnya, itu majikan temenku itu endak bisa dateng karena bisulan ato apa gitu, aku endak gitu jelas, soale aku ya masih blajar bahasa manusia. Yawes, lalu temenku itu diambilnya, sedih rasanya kehilangan sahabat sepencarian kutu itu, rasanya kayak dulu waktu aku ditinggal bapak sama simbokku karena rumah tempat mereka tinggal itu sudah penuh anjing. Sampek sekarang aku masih sedih kalok inget temenku itu.

Yang aku herankan itu soal itu lho, toto kromo dan unggah ungguh ala jawa dan tentunya parameter yang menunjukkan bahwa majikannya temenku itu salahsatu anggota civitas akademika dari sebuah almamater yang kondang, kok agak aneh, ha la piye to? Kata Bro Molen, temenku itu dititipken ya dia endak permisi mau nitip, e pas ngambil kok ya dia nyuruh orang. Apa emang adat manusia begitu ato aku yang terlalu manusiawi ya? Padahal dulu kata Bro Molen, dia sempat dititipken di penitipan anjing, itu sehari 30ribu je, lha kalok dia disini 3 bulan lebih njur kalok dihitung rupiah2an berapa itu? Belon sepatu jogging punyak si pecinta anjing yang digigiti sama temenku itu, rusak sol sepatunya gripil gripil karena dikunyah2. Terus dulu temenku kabur malem2 ya dicariin hujan2 sampek di RT seberang. Lalu jaket necisnya yang dikencingi terus risletingnya dibikin dol itu. Imbalannya dia malah nulis setatus di facebook njelek2in si pecinta anjing itu. Aku yang anjing aja kroso kok kalok sebenernya setatus itu ditulis buat si pecinta anjing itu, ee dia ngelak katanya endak buat si pecinta anjing. Tapi OKlah..kalok pembaca sekalian mau bilang aku HOAX karena endak bisa nunjukin bukti setatus facebook itu, apalah daya seekor anjing, jangankan punyak akun facebook, wong koneksi internet aja ya nebeng ndoro. Tapi apa ya sopan, setelah kebaekan ndoro sementaraku itu ngrumati temenku itu dengan sepenuh hati balesannya cuman sepenggal SMS? Nek aku manusia aku pasti dateng, ngucapin makasih secara langsung, lalu njelasin kenapa bisa segitu lama endak bisa ngambil anjingku. Lalu ngoceh bentar, baru tak ambil peliharaanku itu. Entahlah…mungkin aku yang terlalu hiperbolis, ato emang majikannya temenku itu yang bener2 sarapnya terganggu, lagian aku itu ya cuman anjing kampung. Dan ini juga cuman gonggongan anjing kampung yang endak terlalu penting buat dibaca

Senin, 07 Maret 2011

Njiplak kok bangga

Kali ini, nDaru mau mbacot ageng soal keluhannya Jeng Devie tentang hal bernama copy paste. Memang dan nDaru setuju banget duwa ratus persen sama Jeng Devie kalok sebuah tulisan, sekalipun menurut beliyo tulisan abal-abal, tetaplah sebuah karya, hasil dari olahan pikiran dan jiwa si penulis. Jadi, pasti sangat pantas kalok Jeng Devie bertanya dimana etisnya menjiplak tulisan orang lain kemudian mempostingnya dan mengakuinya sebagai tulisan pribadi. Kalok menurut teori harga diri yang diciptaken oleh Juminten, temen nDaru ituh, tiyap manusiya dilahirken dengan onderdil yang sama. Jadi, tidak ada alesan ketika kamu harus menulis kemudiyan kamu bilang ndak bisa. Apalagi, kalok kamu mengkopi tulisan orang lain dan kamu menyebut kamu mengkopi karena kamu ndak bisa. nDaru ngakak saat Juminten nggambleh begitu di depan mahasiswa2nya yang ketahuan mengkopi tulisan ilmiyah di internet. Tapi, ketika nDaru membaca tulisannya Jeng Devie kemaren, nDaru langsung manggut2.

Coba sampeyan amati blog2 lain. Kalok nDaru amati ya, banyak blog yang isinya cuman masalah narsis saja, pengen pamer kesana-kesini, tapi ya maap, tulisannya dangkal. Ya memang sih, mau nulis apa saja di blog itu hak tiap orang kok. Cuma, kalok sudah berani narsis dengan memajang banyak gaya, menurut Juminten sekali lagi, pemilik blog harus berkewajiban menulis sesuatu, jadi kalok orang baca itu ya manggut2 maklum gitu. Owh, blognya gaya tulisannya jugak bagus. Lha, kalok cuman banyak gaya tok, orang pasti ngomel “Owalah…cuman nggaya tok to, ha ndak beda sama Fesbuk. Sama saja mbikin akun Fesbuk di blog!” Parah lagi kalok isinya itu cuman nggaya dan tulisannya njiplak tulisan orang lain. Wes to, mbahnya yak ampun pokoknya.

Balik lagi ke masalah plagiator, apa memang mengkopi paste itu sudah jadi budayanya orang Indonesiya ya? Menurut ceritanya Juminten, sedikit sekali dosen di fakultas dia yang menekankan no plagiarism di kelas. Jadi, mahasiswa mau bikin tulisan apa ndak pernah dicek itu tulisan dia ato mengkopi dari internet ato sumber lain. Sedangkan, kalok di Amrik sono sekali ketahuan memplagiat tulisan orang lain, siswa langsung dapet D dan disuruh mengulang tulisannya sampek bagus.

Memang sih, di duniya ini yang 100% tulen orisinil itu endak ada, semua pasti terinspirasi akan sesuatu yang terlihat. Sama dengan ungkapan “cocot kencono” yang sering nDaru pakek di blog amburadul kurang karu-karuan ini. nDaru endak mau mengakui ungkapan itu murni bikinan nDaru. Butet Kartaredjasa ternyata juga sering memakai istilah itu di program acara beliau. Tapi kalok njur nyonto persis plek dan cuman mengubah sithiiiiik banget kan ya tetep aja njiplak.

Kalok diamati lagi, benar jugak sih, budaya masyarakat di negri tercinta ini kurang memberi ketegasan akan pentingnya kejujuran dan menghargai karya orang lain. Lha, buktinya itu, penjuwal vcd2 bajakan dan rental vcd2 bajakan berjejer dengan manisnya di pinggir jalan. Belum lagi, banyak sineas Indonesiya yang mencontek cerita pelem luar negri. Kalok situ sukak nongkrongin FTVnya SCTV, ada satu judul Proposal Cinta Buat Clara yang ide ceritanya menjiplak banget pelemnya Sandra Bullock dan Ryan Reynolds, The Proposal. Terus, di sineteron Manohara yang baru, itu apa ya, Supergirl, kostumnya mirip banget sama kostumnya salah satu tokoh komik Marvel. Pelem Ekskul yang jadi pelem terbaik FFI 2006 dituduh menjiplak ilustrasi musiknya Gladiator dan mbikin semua sineas yang pernah ndapet Citra mbalikin semua piala itu ke Menbudpar.

Lha, apakah ada tindakan tegas dari otoritas yang berwenang soal itu? Ha endak je. FTVnya itu tetep tayang, jugak dengan sinetronnya. Yang Ekskulnya jugak tetep jadi pelem terbaik. Bahkan, salah satu dewan juri bilang kalok tidak mengedepankan originalitas ato ilustrasi musiknya, tetapi lebih ke pelemnya. Lha, rak gendeng to? Dan, sampeyan bisa liyat mereka yang mbikin pelem2 jiplakan kayak begitu ndapet duwit banyak buwat ngenyangin perutnya, ndapet kesempatan berkarya banyak. Sementara, sineas2 laen yang lebih cerdas dan idealis dalam menciptakan karya justru dihargai oleh festival pelem di luar negeri.

Sama saja masyarakat Indonesiya itu disuguhi karya2 yang berasal dari hasil njiplak, hidup dipenuhi oleh hasil2 jiplakan. Yaaa, memang jadi ndak heran kalok banyak plagiator di negri ini. Cuman, pertanyaannya adalah, kalok kita sama2 manusiya yang sama2 punyak otak sama dengkul, kok masih bangga2nya njiplak?

Selasa, 01 Maret 2011

Harmoni (trailer)



ini baru trailer kok. Kek pelem2 itu pan ada trailer alias preview-nya.

Sabtu, 19 Februari 2011

Kamis, 17 Februari 2011

Hasrat

Nganu, tau duit ya? Itu lho barang dari kertas ato logaman yang sukak buat mbeli2. Na kali ini, nDaru pengin nggambus soal kekuatan duit. Seberapa sih kuatnya duit sampe2 orang pada ngeden2 nyarik duit sebanyak2nya. Ato berapa orang yang pengin sukses secara finansial sehingga bisa haha hihi dan nggembelo sambil nenteng barang2 keren yang harganya kadang endak masuk akal buat jidat nDaru yg keling2 ini. Dan nDaru yakin kok, tiap2 orang pasti pusing soal duit ini, entah itu tetangga nDaru yang cuman jualan kolak, atopun si Dasrun yang katanya kemaren abis kecopetan. Ato bahkan Om AbBe, itu lho juragannya Esia dkk, nDaru yakin kalok dia pasti juga mumet mikirin duit, cuman bedanya dia mikir sisa duitnya mau dia bikin apa. Kalok Si Dasrun kan masih puyeng kekgimana ndapet duitnya.


Duit emang berkuasa, ketika malem2 sampeyan laper dan hujan lagi lebat2nya, sampeyan tinggal mencet sekian digit angka di telepon dan hanya dalam waktu kurang dari setengah jam sampeyan bisa ndapet pengganjal perut tanpa repot2 keluar rumah ato masak sendiri. Tanpa sadar sampeyan baru saja membuat seorang petugas delivery terancam kenak pneumonia. Begitu berkuasanya punyak duit sampek2 sampeyan bisa menyuruh seorang anak yang mustinya duduk di bangku sekolah buat nyemirin sepatu sampeyan sementara sampeyan liyer2 nunggu sepatu sampeyan jadi kinclong. Dan begitu berkuwasannya duit sampek yang empunya duit itu sanggup menyuruh orang2 buat noblos gambar mereka di bilik sempit. Lalu mereka bisa leyeh2 di ruang sidang.


Kalok dihitung2 lagi, di negara kita ini sebenernya berapa sih orang kaya di dunia ini? Kalok sama orang sekeng (=kere menahun) mana lebih banyak? Tapi orang2 yang kaya inilah yang sanggup mendominasi kehidupan negara ini sehingga di kertasnya Pak Presiden, pertumbuhan ekonomi ini naik terus di masa pemerintahannya.


Kalok kata Mastein, mungkin sampeyan musti belajar jadi orang kaya, menyelami hidup serba mudah dan mewah agar nanti bisa benar2 jadi kaya. Dan kalok sudah kaya, sampeyan mau pakek sandal crocs bajakan mbeli di Pasar Legi juga bakal terlihat asli. Menjadi kaya jelas bakal membuat hidup sampeyan enak kepenak lico linggo (=lali konco lali tonggo)


Tapi kadang, punyak duit / menjadi kaya itu menumpulkan hati, kalok kek yang nDaru contohin tentang delivery service tadi, sebelum kita mencet tombol nomer layanan itu, apakah kita jugak sempat mikir bahwa tukang anter2 makanan itu juga butuh kesal, butuh anyel, butuh istrahat tapi juga butuh duit buat membiayai hidupnya? Sebelum kemaren Pak Presiden berpidato soal gajinya yang endak naek itu, apa beliau sudah yakin bahwa perbandingannya dengan gaji tentara bukanlah sebuah perbandingan yang absurd?


Na parahnya, banyak orang bekerja itu demi duidh, motivasinya hanya sekedar mencapai kemapanan ekonomi. Padahal kata Rene Suhardono, itu lho om2 yang ahli motivasi orang sekaligus penulis buku your job is not your career, tujuan orang berkarir itu seharusnya dapet happiness dan fulfillment. Jadi kalok fokusnya cuman pada duit, orang jadi gak punyak passion, ato hasrat untuk menekuni apa yang dia kerjakan. Ini nDaru punyak perbandingan bagus. Kita tengok si Juminten, dosen muda di sebuah perguruan tinggi suwasta di kota nDaru, hanya dengan gaji yang mencapai 1 juta sebulan, dia begitu bersemangat ngajar mahasiswa2nya, tiap hari brangkat paling pagi, menyiapkan materi yang mau dia ajar sampek malem, belon kalok pas musim ujian dia musti nglembur ngoreksi kerjaan mahasiswa2nya. Lalu dia masih sibuk menyiapken proposal dan berkas2 buat nglamar beasiswa biar bisa sekolah gratis di negeri orang. Semua dia kerjakan dengan hanya sedikit keluhan. Hasilnya juga mungkin baru bakal keluar ketika nanti mahasiswa2 yang dia ajar itu bisa menjadi guru yang kreatip dan pinter ngajar.


Lain cerita dengan polisi sopir truk dalmas yang dihancurin massa di Temanggung kemaren. Truk yang dia rawat tiap hari, bahkan mungkin dia belon mandi udah nyuci truknya, eh diglimpangin orang dia diem aja. Kalok nDaru liat di tipi, dia dan temen2nya cuman bengong ketika orang2 mengglimpangkan tu truk. Lagi, kalok sampeyan liat di tipi2 itu, yang predikat pekerjaannya katanya jadi wakil rakyat itu, kalok pas rapat soal rakyat kok malah bobok. Padahal kan itu bukan jam tidur siang. Hati2 lho, mbok disarankan ke ndokteran biar di preksa jangan2 diabetes melitus.


Perbandingan itu bukan nDaru mau njelek2in satu kerjaan lalu mengagungkan kerjaan laen lho. Dosen muda yang brengsek banyak kok, tapi polisi ato politisi yang baek juga (MESKI SUSAH NYARIKNYA) juga pasti ada lah. Semua balik lagi ke orang yang menjalani kerjaan itu keknya. Karena pada dasarnya, semua kerjaan itu baek adanya, jadi jelek karena OKNUM yang menjalankan kerjaan itu kan? Wong nyatanya itu, semalem Cesc Fabregas maen luar biasa bagus buat Arsenal, padahal kan dia ngebet banget pengin maen buat Barca. Udah gitu, dulu dia belajar bola juga dari akademi sepakbolanya Barcelona FC


Na, postingan ini setelah dipikir2 relevan juga sama apa yang kemaren nDaru komenken di Blognya Pak Trainer kemaren, tentang kalimat bijak bikinan sendiri, nDaru punyak kok. Bekerjalah untuk upah yang mahal, atau tanpa bayar sama sekali. Kenapa? Ketika nDaru bisa menghargai hasil kerjaan nDaru sendiri, nDaru yakin bahwa itulah hasil perasan keringat nDaru yang terbaek. nDaru punyak (*kalok kata Om Rene tadi*) passion yang besar untuk menghidupi apa yang nDaru kerjakan itu. Ketika nDaru mematok harga yang mahal, bukan karena nDaru kemlinthi (=sombong), tapi cuman gak pengin memberikan sesuatu yang murahan untuk orang yang udah percaya ke nDaru.

Senin, 14 Februari 2011

Derby dan Valentine Day

Sebuah kesibukan rutin nDaru di akhir pekan adalah nonton bola, begitu juga semalem. Dari jam 1 siang sampek larut malem, adaaaa aja sepak bola yang disiarin di tipi. Mulai dari pertandingan LPI yang menyajikan Semarang United kontra Bali Devata, lalu LPI lagi antara Jakarta 1928 vs Cendrawasih Papua, dan yang paling nDaru tunggu yaitu derby mahal antara Manchester City lawan MU, trus trakir yang gak kalah gayeng, Arsenal ketemu Wolverhampton.


Na, kalok yang partai-nya LPI ini karena nDaru penasaran aja sama liganya yang katanya lebih baek itu. Dan sejauh yang nDaru tonton emang agak beda ya dari LSI. Kalok taktik dan permainan sih emang gak jauh beda dari LSI, taktik2 yang Indonesia banget lah. Yang asik adalah pas nonton Tevez dkk yang nyeraang terus ke gawang MU, tapi cuman 1 yang akhirnya luput dari tangan midas Van der Sar. Tapi mereka punya taktik yang OK punya kok. Mancini sukses meracik bintang2 yang dibeli sama seh mansur menjadi tim yang punya determinasi kuat, cuman keknya emang bad luck aja, ato jiper sama dominasi MU.

Di laen sisi, untuk tim matang sekelas MU, gol David Silva gak perlu terjadi. Seharusnya mereka bisa kok meraup kemenangan penuh. Na, dari situ sebenernya ketahuan kalok MU butuh berevolusi. Tanpa meremehkan kebesaran nama Sir Alex Ferguson, kalok gak pengin mengalami musim paceklik kek AC Milan kemaren, MU mau endak mau musti segera berbenah, gak bisa dong mengandalkan Wayne Rooney doang. Emang sih dia jenius mengocek bola dan bikin gol, tapi kan tetep aja masih kalah sama Tevez yang udah membuat 20 goal selama musim ini. Tim2 di liga eropa sudah mulai berevolusi dengan menjadikan tim sepakbola mirip2 pabrik tahu yang di target hasil berapa kalah dan berapa menang, kalok ngaco yaaa...pecat.


kecuali Timnas, AC Milan dan Barcelona, nDaru endak gitu fanatik abis sama sebuah tim. Tapi sepanjang pengamatan nDaru menjadi suporter senior (nDaru udah nonton bola sejak AC Milan bersponsor Motta, musim 1992/1993) Banyak tim2 besar yang sudah harus mengikuti sistem yang sekarang diadaptasi sama kebanyakan tim2 di dunia, sekarang sebuah tim tidak bisa hanya bersandar pada tradisi lawas dan fanatisme para pendukungnya. Lihat saja Chelsea dan Manchester City. Di awal 2000an, di Indonesia, siapa yang ngerti tim berjuluk the citizen ini? Ketika menyebut Manchester, pasti jidatnya langsung dibawa ke MU, padahal Manchester City ini dulu pernah menjadi juara Liga Premiere tahun 1937 dan 1976. Sekarang, Manchester City menjelma menjadi sebuah tim yang dihuni oleh bintang2 dunia macam David Silva ato Nigel de Jong, dan permainan mereka juga gak jelek2 amat.


Memang kalok ngomongin nostalgia, pemain loyal macam Paolo Maldini, Alessandro Del Piero, Ryan Gigs ato legenda hidup laennya, susah dicari. Tapi kalok trus berhenti di permainan mereka ya keknya gak bakal bisa menjawab tantangan industri sepakbola modern yang sekarang sudah menjangkiti ranah sepakbola di seluruh dunia.

Pertandingan berikutnya yang nDaru tonton adalah Arsenal lawan Wolverhampton, sebenernya sih nDaru agak2 pengin Woflerhampton yang menang, biar julukan pembunuh raksasa di kandang mereka sendiri bisa sempurna setelah sukses menghempaskan Chelsea dan MU. Na, pas ketemu Arsenal semalem, Van Persie dkk berhasil meredam permainan ngotot yang diperagakan anak2 srigala itu. Dan, pertandingan terakhir yang nDaru tonton adalah tak lain tak bukan AC Milan vs Parma. Kalok musim kemarin mules2 n males kerja nDaru karena sindrom AC Milan kalah mulu, sekarang gejala itu udah gak sering muncul, apalagi semalem Milan menang banyak lawan Parma.


Lha, terus apa hubungannya dengan Valentine Day? ehehehe...karena sibuk nonton bola, nDaru lupa mbalesin SMS selamat hari kasih sayang. Soale yaaaa..maaf ya, buat nDaru, semua hari adalah hari kasih sayang kok. Buat apa nunggu 14 Februari kalok cuman mau bilang sayang? Valentine Day buat nDaru gak lebih dari sebuah komersialisasi budaya saja yang gak asik kalok diikutin. Cinta itu masalah perbuatan mas/mbak, dan antri mbeli coklat di mall keknya bukan salahsatunya



Jumat, 11 Februari 2011

Tentang Temanggung

Rabu, 9 Februari 2011, 05.30 AM

Dia menghidupkan mesin mobilnya, tak lama setelah yakin mesinnya cukup panas, dikendarainya mobil itu menuju arah selatan, ke sebuah tempat di kaki gunung Sindoro dan Sumbing. Sambil mengemudi, dia terus membayangkan hal seperti apa yang akan dia temui disana. Baru 3 hari yang lalu dia memainkan Roland AT 900 mengiringi saudara sepupunya yang mengikat janji untuk menempuh hidup baru. Kemarin siang, HPnya berdering mengabarkan bahwa Gedung Gereja St. Petrus & Paulus dirusak, sementara sepupunya masih berada di komplek gedung untuk menyelesaikan administrasi pernikahannya.


Setelah hampir 2 jam dia mengemudi, sampailah dia di depan gedung gereja. Dia melihat beberapa bagian rusak terkena lemparan batu dan di bagian lain, ada abu dan jelaga, sisa ledakan molotov. Semalam, dia mencoba browsing di google untuk mendapatkan gambar terbaru gereja itu, hanya sekedar menentramkan hati yang gundah saja. Bagaimanapun juga siapa yang tidak miris dan bergetar hatinya, ketika saudara saudarinya hidup dalam teror dan ketakutan. Tapi tak ada secuil gambarpun dia dapat. Di televisi yang biasa dia tonton, hanya sepotong2 video saja, tanpa memperlihatkan bangunan itu utuh. Mungkin mereka takut ditegur KPI, dan dituduh menyebar ketakutan.


Ini potret kelabu negara yang dia cintai. Tanpa bermaksud mempersalahkan, tapi negara gagal melindungi satu bagian warganya yang berkepercayaan bukan mayoritas. Masih terngiang di telinganya bagaimana beberapa hari yang lalu, jauh di Cikeusik sana, orang dibantai hanya karena mereka berbeda dalam meyakini Tuhan mereka.


Hari ini dia menjadi saksi kebiadaban sebuah ekstrimisme. Ketika seseorang mengajaknya ke sebuah sekolah yang rusak. Ketika dia membayangkan menjadi siswa di sekolah itu, kemana mereka musti belajar. Kemerdekaan hakiki yang malah mencambuk dan mendera mereka yang tidak berdaya, dan keadaan yang seolah-olah membuatnya berjalan tanpa perlindungan, membuat dia ingin pergi saja dari negeri ini. Mencari suaka di negara yang lebih mampu melindungi haknya yang paling asasi. Tak sulit baginya untuk memohon sebuah visa dan green card di Negeri Paman Sam, karena dulu dia terlahir disana. Tapi bukankah itu hanya akan mencoreng para pemimpin negeri ini? Mengusap wajah mereka dengan tai karena dianggap tidak becus melindungi warganya.


Tidak, dia mengubur dalam-dalam pemikiran itu. Bagaimanapun juga, negeri ini yang telah membentuknya menjadi seorang pribadi. Kehidupan serba tanggung dan tidak menyenangkan di negeri ini bagaimanapun juga telah menempanya menjadi sosok kuat yang begitu mencintai negaranya.


Apalah arti sebuah gedung gereja? bahkan Piramid besar dan megah pun harus terkubur di padang Mesir untuk beribu tahun lamanya. Tuhanku tidak ada disitu, Tuhanku yang tidak butuh aku bela ada di hatiku. Apalah arti sebuah gedung sekolah? bahkan perpustakaan buatan raja Ptolemeus II pun akhirnya lenyap. Aku tidak butuh gedung sekolah untuk menajamkan mata hati dan kebijaksanaanku. Aku hanya butuh hidup dan mengasihi teman peziarah hidupku.





Senin, 07 Februari 2011

Press Release

Kali ini nDaru pengin ngocol soal 8 things about nDaru. Ehehehe..sebenernya sebage seorang blogger, nDaru ini endak ada apa2nya lah dibanding blogger laen yang blognya keren abis bin wuapik banget. Karena, disamping bahasa nDaru yang njlepret ngalor ngidul endak karuan, kadang isinya juga endak penting2 amat. Etapi ternyata ada juga pengagum nDaru yang ngasih award ke nDaru, yaitu nyimas ayu Chocovanilla dan yang telah sudi dengan suka rela tanpa nDaru paksa untuk menempatken nDaru di posisi nomer #1 untuk menerima award yang di idekan oleh sodara Yustha Titik Sutanti. Lalu ada pemilik blog harikuhariini *maap ya mbakyu nDaru bener2 clueless tentang nama sampeyan yg nDaru dapet cuman MerNdute Sidragone* yang katanya penasaran bener ma nDaru. Makasih udah ngasih kehormatan nDarunya buat nulis tentang nDaru. Na udah ya...itu poin 1. Dan poin yang ke2....Here we go :p


8 Facts about a weirdo named Franscisca Andanti Prasetyandaru Budiningtyas
(Actually I'm not a weirdo, I just wanna do everythin' with my own way)

#1. Pecinta anjing,
Di rumah saya punyak 3 anjing yang yaaa...endak lucu2 amat sih, cenderung nakal dan sukak saling brantem. Masing2 bernama Tuzien Kurtzweill Van Bronkoost, Moellers Nedhalm Geffenberg, dan Jaque Leon Reveillere, jangan kuwatir kesulitan mengeja nama mereka, karena mereka cukup dipanggil dengan Tukul, Molen, dan Oon saja. Dulu waktu masih ngelmu di kotanya Sri Sultan HB, rumah t4 nDaru tinggal hampir mirip penangkaran anjing. Kalok minggu ato libur gitu, nDaru biasa keliling2 Jogja, nyarik2 kalok ada anjing2 yang keleleran di jalan. nDaru bawa pulang, nDaru rawat, lalu kalok ada yang butuh anjing, bisa mintak ke nDaru. Na, cita2 nDaru suwatu saat nanti adalah mbikin sebuah penangkarang anjing yang agak lumayan gitu, biyar para anjing2 yang keleleran itu ndapet kesempatan yang lebih baek.


#2. Gila film
Ya, nDaru hobi banget sama yang namanya film, terutama yang bau2 action heroes. Beberapa film malah nDaru tonton 2x, sangking senengnya sama itu film. Jadi abis kelar filmnya, keluar terus mbeli tiket lagi n nonton film yang sama. Waktu dulu masih prihatin (sekarang ya tetep sih) bahkan nDaru sempat2in nabung buat nonton spiderman 1, bahkan sangking cepaknya duit nDaru, nDaru sangu tepak buat makan biyar bisa nonton 2x. 


#3. Pakeyan Paporit
Na..sangking gilanya nonton film
action heroes, selera berpakean nDaru endak jauh2 dari anak kelas 6 SD, didukung dengan badan nDaru yang endak gede2 amat, pakeyan buat anak kelas 5 SD bisa pas melekat di badan nDaru. Jadi kalok para cewe' cantik sibuk belanja di Gosh, Pierre Cardin, Guci, atawa merk ladies laennya, kiblat nDaru masih di Kidz Station. Disana nDaru biasa diketawain sama SPG penjuwal kaos Batman dkk itu. Soale pas nDaru nanyak ukuran sebuah kaos, mereka pasti nanyak "Untuk dipakek anak brapa taon mbak?" dan dengan lantang nDaru njawab "SAYAAA" langsung deh si embak pasti senyum2 seperti mengejek selera nDaru.

#4. Angkring mania
Untuk mensuplay kebutuhan
cocot kencono nDaru, nDaru paling hobi nongkrong, kalok kata orang, di kafenya orang sekeng ini. Bukannya mau sok proletaris ya..tapi nDaru menemukan sebuah kemerdekaan tanpa batas disini. Disini nDaru bisa nyruput kopi tanpa gula sukaan nDaru dengan posisi jegang sambil ngemplok pisang goreng tanpa harus menahan glege'en (=sendawa) lico linggo (abv:lali konco lali tonggo=lupa teman lupa tetangga) Coba kalok di starbuck, bisa2 nDaru diusir satkam. Pokoknya kalok ngangkring itu jiyaaan..feels like home banget lah. Jadi setiap nDaru keluar kota, kegiatan malam pertama di kota itu pasti berburu angkring sego kucing.


#5. Kranjingan kereta api
nDaru hobi banget
nyepur, dan mengkoleksi tiket nyepur itu. Sering kalok liburan gitu, nDaru sukak naek sepur ke sebuah tempat, lalu nunggu sepur yang membawa balik lagi. Kayak waktu dulu pas nDaru masih kerja di pabrik pengecer minyak tanah, dari Cepu nDaru naek kereta ke Bandung, trus sampek di Bandung cuman njajan, motret2 bentar, balik lagi ke Cepu. Edan to? Endak juga, buat saya itu asik kok.

#6. (sok) Sporty
Terutama sepak bola, kalok yang ini saya cuman mengambil bagian menjadi suporter sih. Dari liga2 utama duniya,sampek turnamen tarkam, nDaru tonton deh. Soalnya dulu waktu kecil nDaru ikutan babe dines ke Rio Galegos, sebuah kota kecil di Argentina, tau sendiri kan kalok Argentina itu Olympusnya sepak bola. Naaaa, waktu itu nDaru diajak keliling2 sama babe mau nyarik les apa yang kira2 cocok buat nDaru, eeee..malah terdampar di sebuah sekolah sepakbola untuk anak cewe'. Tapi nDaru waktu itu endak pernah sempat ikut turnamen. Badan nDaru terlalu kecil untuk jadi center back, sementara nDaru endak punya tipikal maen seorang striker. Olahraga laen yang nDaru gemarin itu Tennis sama badminton, naaa kalok 2 olah raga ini nDaru 2x seminggu latiyan. Dan 1 lagi, sebuah olahraga yang irit dan bersahaja, lari kliling komplek.

#7. nDaru endak suka sama:
a. Orang yang sukak duduk di
ondak2an (tangga)
b. Orang yang sukak nyalip antrian
c. Cowok yang harumnya macem peri
d. Delman( kesian kudanya disuruh narik2 delman segitu gede, sementara pemiliknya cuman ongkang2 sambil
nglempus)


#8. nDaru suka :
a. Vespa (masih belon kebeli)
b. Miniatur mobil jadul (baru punyak 17 biji)
c. HP Nokia 3310 (rusak)
d.
Pit Onthel (masih nego dengan kantor leasing)
e. Cello (namanya mbembi)
f. Musik klasik & Etnis (ngaruh banget kalok pas mbikin c
orat coret n ngak ngek ngok aransemen)


Itulah tentang nDaru, sebenernya mingsih banyak hal2 tentang nDaru yang mungkin nganyelke ato malah ngangeni :p, tapi soalnya disuruhnya cuman mbikin 8 hal ya wes..kumplit dah 8nya..Semoga cukup jadi obat penasaran. Silakan dihapal siyapa tau nantik keluar di ujian CPNS, jangan khawatir, nDaru berencana mbikin buku juga kok, tapi endak bakal keselip di buku pengayaan anak SD. 


Lalu perintah terakhir dari award ini yaitu ngasih ke orang laen. Saya bingung mau milih siapa aja je.. Tapi coba saya lempar ke 8 blogger yang laen, dan mereka yang siyal menerima lemparan saya yaitu :

1.
Mastein, soale sampek saat ini, walopun sudah dapet 2 undangan masih juga belon menurunken tulisan soal dirinya
2.
Mbah Mbelgedez, sang imam bocor alus yang sukak ngebrik2
3.
Bu Edratna, blogger senior ahli memotivasi
4.
Bang Arman, pasti si abang ini banyak banget ceritanya
5.
Ina, si teman dalam kesakitan
6.
Ais, mbakyu ca'em yang lagi kuliyah di Jogja
7.
Mbak tari, penyiar sonoraaaaa
9.
Ibu Devieriana, Bu PNS nyang sukak high heels


Semoga pada endak keberatan n berkenan menerima award unik ini, gak sulit kok, kan cuman ngetik doang

Jumat, 28 Januari 2011

Saya Tidak mengeluh Bang Luigi, Saya hanya Prihatin

Postingan nDaru kali ini emang sepesiyal nDaru bikin buat merespon komentar Bang Luigi. nDaru beberapa kali mengunjungi blog beliau, dan isinya memang bagus dan inspiratip, nDaru endak meninggalkan jejak disana bukan karena males, tapi sangking bingungnya mau komen apa :p


Memang mungkin buat Bang Luigi dan sebagian orang, apa yang nDaru tulis tentang keluhan Pak Presiden kemarin terkesan reaktif dan berlebihan. Ya..nDaru sadar bahwa mungkin nDaru memang terlalu reaktif terhadap sebuah pemberitaan yang beredar di tipi, tapi bukan tanpa alasan kalok nDaru langsung meng-upload tulisan itu, waktu itu nDaru capek menjadi warga negara di sistem pemerintahan ini.


Masalah cinta kepada negara dan bangsa ini, jangan ditanya deh bang.. Sudah sejak pertama saya bisa mbengok, babe sudah mengajari nDaru nyanyi Padamu Negri, lalu ketika nDaru sudah mulai bisa berdiri dan menggerakkan tangan, nDaru diajari hormat kepada Sang Saka Merah Putih. Sebagai anak seorang serdadu, nDaru menerima pelajaran tentang nasiyonalisme sedikit lebih banyak daripada anak lain. Babe nDaru begitu getol menanamkan nilai2 kehormatan dan nasionalisme a la serdadu pada anak2nya. Beliau begitu bersemangat menceritakan pengalamannya menjadi penjaga perbatasan di Timor Timur dulu, sama bersemangatnya juga ketika beliau bercerita mengenai keikutsertaan dia di Kontingen Garuda, 2 X malah. Mendengar cerita2 itu, jiwa saya seperti ditantang untuk bertanya "apa yang sudah kamu kasih buat negara?"


Tapi nDaru juga musti nyinyir menerima kenyataan bahwa dulu ketika Babe bertugas di Timor Timur, nDaru musti dititipken ke opung nDaru di Tapanuli sana, karena tidak mungkin babe bertugas menjaga perbatasan sambil mengasuh 5 anaknya, sementara mami nDaru juga harus bekerja di tempat lain untuk memastikan bahwa kami sekeluarga mendapat penghidupan yang layak. nDaru juga musti menelan ludah ketika dulu mami bercerita, setiap hari beliau melihat tv dan membaca koran, hanya untuk memastikan pangkat Babe tidak naik tapi dengan tambahan Anumerta ketika bertugas di Kongo.


nDaru masih capet-capet ingat ketika dulu mami menggendong nDaru ke sebuah kantor polsek di pinggir Jakarta untuk menjemput kakak kembar nDaru yang ketangkep tawuran. Terpaksa nakal karena babe jarang dirumah untuk memberi mereka cukup ilmu kebijaksanaan. Membela bangsa toh butuh pengorbanan. Termasuk untuk tidak berada dekat dengan keluarga.


Ya..nDaru ikut hormat ketika kakak pertama nDaru disumpah menjadi kusir pesawat tempur dan mengikuti passing out parade. nDaru juga anak yang menerima bendera merah putih ketika Babe resmi dikembalikan menjadi warga biasa. nDaru merasa beruntung, meski bukan dilahirkan di keluarga yang sanggup menggelar resepsi pernikahan yang mewah dan menghadirkan presiden, tapi toh babe dan mami nDaru cukup membiayai nDaru sampe menjadi kernet insinyur. nDaru juga endak musti mengalami gizi buruk dan antri BLT.


Dari gemblengan babe itulah yang membuat nDaru endak ikut2an memboikot untuk stop membayar pajak. nDaru masih punya NPWP, meski nDaru sadar bahwa mungkin duit yang nDaru bayarkan itu mungkin bakal dikemplang sama OKNUM pegawai pajak. Saya meng-kapitalkan OKNUM karena saya yakin masih banyak pegawai pajak yang berdedikasi untuk pekerjaan mengumpulkan uang yang menjadi hak negara itu. Orang2 yang rela naek sepeda motor butut ke desa2 dan mengajari orang untuk sadar pajak. Dan nDaru yakin kok, banyak orang yang masih mau membayar pajak seperti nDaru. Dulu nDaru ikutan sebuah penyuluhan tentang pengisian SPT tahuanan, dan yang datang juga lumayan banyak. Itu bukti bahwa masih bayak orang yang sadar dan rela membayar pajak. Jadi kalok gaji tentara dan polisi endak naek sepertinya bukan karena rakyat kita endak mbayar pajak. Pasti ada hal laen.



Tentang memilih, sejak nDaru sadar bahwa ternyata banyak pemilihan umum itu banyak yang konyol, nDaru berhenti nyoblos, bukan karena nDaru mau sok sombong2an, nDaru cuman endak mau suara nDaru menjadi legitimasi yang melanggengkan sebuah sistem yang bobrok. Di kota nDaru, jalan protokol di tengah kota itu jelek banget, banyak lubang sana sini dan bergelombang, ketika mau di aspal ulang, DPRD endak setuju dengan alasan nantik yang ngaspal itu yang dapet nama, wong sebentar lagi ada Pemilukada walikota. Buat nDaru, itu sinting.


Tentang mentaati hukum. Ya nDaru berusaha taat, nDaru berusaha ikut sidang tilang meski ternyata disana banyak kecewanya.


nDaru masih berusaha menjiwai optimisme seorang bapak paruh baya yang sukak jualan Kacang Godok di depan komplek nDaru tinggal. Meski hujan lebat dia masih berdiri di situ dan berharap ada orang datang membeli Kacang Godoknya. nDaru juga masih pengin menghayati sebuah ungkapan dari Prof. Komarudin Hidayat yang nDaru dapet dari Twitter

komaruddin hidayat
@
@. Perjuangan bangun bangsa dan negara itu lintas generasi. Sekecil apapun partisipasi ssorg tak ada amal baik yg sia2.

ya, sekecil apapun sumbangan anda untuk negara ini, tidak akan ada yang sia2. nDaru kagum dengan orang2 seperti Abang yang melanglah buana ke negeri antah berantah, membawa bendera merah putih di lengan kiri (betul ya bang? lengan kiri? Babe saya dulu di lengan kiri). Bahkan dulu nDaru ingin menjadi orang seperti abang. Tapi kemudian nDaru memutuskan untuk menjadi bagian yang lain saja. nDaru memilih untuk mencintai negara dan bangsa ini dengan cara nDaru sendiri, yaitu menjadi warga yang menjalani hidup di negara ini dengan segala sistemnya dan berkarya sesuai dengan disiplin ilmu dan talenta yang nDaru punyak.
Tapi ya, sebagai warga negara nDaru pun harus miris ketika melihat sistem pemerintahan yang seperti ini. nDaru cuma melihat bahwa pemerintah tidak punyak greget untuk segera berbenah. Ada hal baik lainnya yang bisa dikerjakan untuk negara, tapi budaya kerja pemerintah masih berputar pada birokrasi yang muter2 dan penyelewengan dana.


Terima kasih untuk mampir dan menyempatkan diri meninggalkan komentar yang begitu panjang. Salam saya dari Salatiga, kota kecil yang sejuk dan ibu2nya yang masih bingung kenapa harga cabe dan beras begitu mahal.