Rabu, 10 November 2010

Catatan Relawan



Dia bukan seseorang yang bisa membuat orang lain terperangah mendengar omongannya, atau mengagumi gaya pakaiannya dan kemudian menirunya agar bisa dibilang gawul. Bukan juga seorang yang mampu mengubah dunia dan terganjar nobel perdamaian. Dia hanya seorang relawan.


Hari ini, Selasa 09 November 2010, tepat 14 hari Gunung Merapi menjalankan tugasnya, membuat keseimbangan alam baru. Tanpa peduli dengan ribuan orang yang patah arang hidupnya, ketika melihat kampung halamannya tersapu wedhus gembel. Siti keprabon tempatnya lahir dan menjalani peziarahan hidupnya. Habis, hampir tanpa sisa. Pak Be Ye baru saja pulang ke ibukota setelah tilik rakyatnya yang lagi sedih. Di tipi-tipi, kedatangan beliau diliput habis-habisan, begitu hebohnya sehingga tempat yang dikunjungi beliau itu dipinjamken kasur kasur bagus, orang-orangnya “disumbang” dengan nasi-nasi yang wuenak sehingga ketika Pak Be Ye dan Bu An Ye ikutan ngicipi juga jadi terasa mak nyus, laen hari mereka hanya makan mie instan dan krupuk hampir mlempem karena abis kehujanan.


Ah, seandainya saja sebuah Negara endak perlu ada presidennya, dia dan sodara-sodaranya disini mungkin bakal memilih menjadi negri tanpa presiden. Mereka mampu kok berjalan sendiri sebagai sodara. Mereka mampu hidup tanpa pemimpin yang katanya mewakili rakyat itu. Yang dulu ketika kampanye berkoar-koar mau mensejahterakan rakyat mau membuat yang terbaik buat rakyat. Dimana mereka ketika ombak besar yang istilah kerennya tsunami itu menerjang rumah sodara-sodara yang di Mentawai itu? Dimana mereka ketika sodara-sodara di Meguwo mengeluh endak punya BH dan celana dalam?


Dia dan sodara-sodaranya ini endak butuh ketua DPR yang bisanya cuman mbikin pernyataan yang nganyelke dan bikin mangkel. Apalagi anggota-anggotanya yang cuman bisa molor mirip babi kewaregen pas sidang membahas kepentingan rakyat, tapi nanar berbinar ketika membahas keperluan jidat dan perut mereka sendiri. Siapa diantara mereka yang datang ke sini dan membuatkan tenda untuk sodara-sodaranya yang belum kebagian tempat untuk istirahat. Siapa diantara mereka yang datang kesini ikutan menanak nasi sarapan jatah rangsum buat sodara-sodara yang nunut ngeyup di Stadion Maguwo itu? Ada? Apa matanya yang kelilipen abu vulkanis jadi endak bisa liyat?


Dia sedang membersihkan safety glass yang dia pakai setiap dia naik membantu evakuasi korban, agar matanya bisa melihat dengan jelas ditengah hujan abu yang membutakan mata,mungkin ketika seorang wakil bupati nunggu Taxi bandara yang mau membawanya piknik ke Jembrana. Mungkin ketika Pak Gubernur nganu itu menunggu pesawat yang akan membawanya ke Berlin, dia sedang berlari menuju mobil evakuasi sambil menyeret kantung jenazah atau menginjak pedal gas mobil, beradu cepat dengan awan panas yang mengintimidasinya. Mungkin ketika sodara-sodaranya sedang berjuang menahan hajatnya karena harus antri menggunakan WC, Gayus Tambunan sedang sibuk memilih rambut palsu biar bisa nyaru dan nonton pantat seksi Petenis Rusia itu.


Petang ini, sayup-sayup dia mendengar pidato Presiden USA sambil nggebyuri kaca mobil tua warisan bapaknya yang sudah mulai usang. Biar besok pas dibawa naek lagi bantu-bantu evakuasi endak terlalu ngeres. Cat-nya sudah endak se-kempling presidential cadilac limo-nya Mr. Barrack Obama yang tadi ditumpangi menuju istana, bahkan endak ada apa-apanya dibanding sedan Mercedes-Benz S600-nya Pak Be Ye yang ber-plat RI 1, yang kalok jalan bisa ngebut tanpa ada yang berani nyalip. Siapa coba yang berani nyalip konvoi itu? Bisa-bisa jidatnya bolong ditembak paspampres dengan tuduhan percobaan pembunuhan presiden. Dia melihat pidato 2 presiden itu di setasiun tipi yang sama dengan yang selalu meng-update berita tentang Merapi, tapi entah kenapa, hampir sepanjang siang ini, endak terlihat lagi update tentang Merapi di tipi itu. Tapi ya sudahlah, siapa butuh masuk tipi dengan memamerkan luka bakar di wajah? Masyarakat yang lain juga biar bisa merehatkan mata dari pandangan sekitar merapi yang terlihat tandus dan berdebu itu, berganti dengan sebuah gala dinner yang glamor dan prestisius. Berganti dengan ulasan Mr. Obama yang fasih mengucapkan kata “Bakso, Nasi Goreng, Terima Kasih” lumayan kan, bisa menjadi kebanggaan dan cerita buat anak cucu nanti, bahwa seorang presiden negara besar bisa ngomong “SATE” dengan fasih.


Dia tidak anti dengan Mr. Obama, sedikit kagum malah. Kalok boleh membandingkan, sepertinya, gaya mempresiden Mr. Obama sedikit lebih merakyat daripada Pak Be Ye. Tapi sepertinya kalok dia ndapet undangan audiensi dengan Mr. Obama, dia akan bilang “Maaf, saya endak bisa dateng, mau ngurus sodarane saya yang lagi ngempeng urip di Maguwo. Wakil sama Pak Be Ye saja deh” Halah, siapa juga yang mau ngundang relawan dekil seperti dia? Sambil menyiulkan lagunya R.E.M. yang dinyanyikan ulang sama penyanyi seksi Andrea Corr dan sodara-sodaranya

If you're on your own in this life, the days and nights are long,
When you think you've had too much of this life to hang on

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on, hold on
Everybody hurts. You are not alone

16 komentar:

dewo mengatakan...

Kita tetap butuh pemimpin kok.

nDaru mengatakan...

@ bang dewo,
pemimpin kan? bukan presiden to?

Asop mengatakan...

Walah, masa' iya Pak Obama lebih merayat dari pada Pak Beye..? LOL

*udah ga sabar lagi menunggu calon2 presiden di pemilu selanjutnya*

nDaru mengatakan...

inih, saya pernah nulis soal presiden khayalan saya disini kang asop http://blognyandaru.blogspot.com/2010/06/leader-in-my-dream.html

Arman mengatakan...

hmm dibilang gak butuh presiden dan dpr ya gak tepat ya... kalo sampe gak ada presiden, negara pasti tambah kacau karena semua mau jadi penguasa.

tapi ya emang sebenernya kita butuh presiden dan dpr yang emang bener2 mau berjuang demi rakyatnya. bukan demi dirinya sendiri...

susah ngomong sih kalo udah begini. mungkin emang susah mau nyari orang yang bener2 bisa jadi pemimpin yang bijak. yang bisa mengutamakan rakyat diatas kepentingan pribadi.

kita sebagai rakyat emang bisa gak puas, gampang ngomel, gampang mengkritik... tapi kalo kita yang di posisi mereka, apa yakin kalo kita bakal lebih baik dari mereka?

Denuzz BURUNG HANTU mengatakan...

sebuah postingan yang ngena banget. Denuzz suka...
semoga banyak pejabat yg baca postingan kakak ini ...

Salam BURUNG HANTU

Asop mengatakan...

Wuah, khayalan! :)

....setidaknya masih realistis lah....

tary-ssi mengatakan...

lucu sama istilah ini "babi kewaregen"

wkwkwkwk...... sepertinya begitu, skr tampaknya rakyat udah gak perlu presiden atau anggota DPR yg gak jelas kerjanya.

terlanjur kecewa....

nDaru mengatakan...

@ Bang Arman,
loh, boleh jadi penguasa, asal dia baek sama yang dia kuwasai itu
na, kesulitannya adalah, di negeri bekas Nuswantoro joyo binangun ini, orang kalok udah duduk di kursi kekuasaan,
mereka jadi tuli, jadi buta.
Untuk bernegara yang baek, memang kek bertepuk tangan, disamping pemimpin yang baek, rakyat yang musti dipimpin juga MAU DIATUR
untuk menjadi seorang pemimpin juga sama sulitnya dengan menaati orang yang memimpin itu itu saya yakini betul, tapi lagi2 di bekas Nuswantoro joyo binangun ini, buwanyak hal yang udah kek benang kusut,
masyarakat endak mau diatur karena nyalahin pemimpinnya yang korup, pemimpin endak mau disalahkan karena katanya inih ituh bla bla bla..it takes two tango kalok orang texas bilang :D


@ Denuzz
walah, keknya mereka sibuk studi banding deh


@Asop,
gimana? sampeyan mau nyalon presiden po?

@Jeng Tary,
ehehehe...istilah itu endak terlalu kejam kan?
Makanya kalok saya udah endak ada kerjaan laen saya mau nglamar jadi anggota DPR saja

chocoVanilla mengatakan...

Salute buat para relawan itu. Rela berkorban demi sesamanya. Klise nampaknya, tapi nyata adanya.

Selamat berjuang para relawan, sekalipun tak ada tanda jasa tapi malaikat sudah mencatatnya.

nDaru mengatakan...

@Jeng Cho2-V
malaikat punyak bolpen? :D

Fir'aun NgebLoG mengatakan...

sebagai pejabat teras, aku jadi terkesan dech baca postingan ini :D hehehe.... *teras apaan!

orange float mengatakan...

pejabat datang ke tempat pengunsian hanya tuk melihat tanpa ada tindakan yang sangat berarti. malah asyik liburan ke luar negeri

M Mursyid PW mengatakan...

Selamat berjuang. Andalah yang saat ini paling layak disebut pahlawan.

sashimiboy mengatakan...

Mbak, aku kalo jadi bulan depan mau ke Yogya. Mungkin saya bukan relawan yang pemberani itu, bukan pula seorang dermawan yang menyumbangkan hartanya. Saya hanya sekedar ingin melihat apa yg sebenarnya terjadi setelah peristiwa Merapi beberapa saat yang lalu

edratna mengatakan...

Pemimpin atau leader tetap dibutuhkan di masyarakat apapun. Kalau nggak begitu, bisa kacau balau, apalagi jika semua orang ingin memimpin.