Selasa, 16 Februari 2010

So Long My Backyard Guard




3 tahun yang lalu, ketika nDaru pertama kali dateng di kota kecil sejuk dan nyaman ini, nDaru berkunjung ke sebuah Pet Shop kecil di ujung kota. Pada awalnya, nDaru cuman pengin mbeli vaksin buat si Kliwon dan Gogon, anjing2 nDaru yang nDaru sengaja bawa kemana aja nDaru tinggal. Si Kliwon sudah bareng nDaru sejak nDaru masih ngelmu di kotanya Sultan HB X di selatan jawa sono, sementara, Gogon baru ketemu nDaru waktu nDaru nguli di pabrik pengecer minyak pet dan bahan bakar kendaraan motor di kota pertambangan yang berbatesan dengan Jawa Timur.

Pertama nDaru berkunjung ke Pet Shop itu, nDaru liyat peranakan Golden Retriever dijual dengan harga yang mungkin kalok menurut orang kebanyakan dibilang gila, tapi emang segitu harganya. 1 puppy Golden Retriever dijual seharga 950 ribu rupiah. Ada 3 ekor puppy 2 berwarna keemasan, dan 1 berwarna hitam gelap. Sampai beberapa kali nDaru berkunjung, temen2 Black Retreiver ini sudah pada laku, sementara, si hitam ini masih meringkuk murung di kandangnya di pojok toko. Padahal harga Retriever hitam ini "cuman" 450 ribu.

Akhirnya, dia mendapatkan perhatian nDaru, ketika nDaru deketin, dia menjilat2 jari nDaru manja. Ada luka kecil di moncongnya, mungkin kalah berebut susu dari saudara2nya. Dan entah kenapa, nDaru pengin banget mbawak pulang tu anjing. Tapi apa daya, nDaru waktu itu masih musti mengencangkan ikat pinggang, sebagai newbie di kota itu, sementara status kepegawaian nDaru waktu itu juga masih "terdengar" uang 450 ribu masih terlalu berharga buat nDaru.

Sejak hari itu, nDaru kepikiran terus ma si hitam itu. Setiap kali liat Gogon dan Kliwon, nDaru pengin banget menyandingkan Si Hitam itu dengan mereka. perpaduan warna mereka sepertinya cocok. Kliwon yang berwarna coklat, Gogon yang putih coklat, ditambah si hitam itu, sepertinya menjadi kombinasi yang menarik. Akhirnya, pada suatu hari nDaru lewat di depan pet shop itu, nDaru liyat ada tulisan promo "Black Retreiver 150 ribu". Tanpa pikir panjang, nDaru langsung turun dan nanyak tulisan promo, dan benerlah perkiraan nDaru bahwa yang diobral itu Black Retreiver yang tempo hari itu.

Singkat cerita, Black retreiver itu nDaru kasih nama Tuzien Kurtzwiel Van Bronkoost, keren kan?? tapi panggilannya cukup Tukul saja. Sejak itu, Tukul resmi bergabung dengan resimen penjaga rumah nDaru bersama Kliwon dan Gogon. Bersama2 mereka njagain rumah nDaru siang dan malam, tapi si Tukul ini rupanya nakal mintak ampun, dia hobi banget kencing di bawah kompor gas di dapur nDaru, entah ada apa disitu. Bukan itu saja, segala apa yang berwarna cerah, pasti langsung disamperin dan dikunyah2 sampek hancur, tercatat 2 HP baru nDaru jadi korban kunyahan maut si Tukul, berapa kaus kaki dan sandal japit yang akhirnya harus terbuang gara2 perbuatan si Tukul, sudah tak terhitung lagi.

Keusilan si Tukul menjalar sampai di komplek, di komplek t4 nDaru tinggal, rata2 penduduknya menajiskan anjing, dan memilih untuk memukul anjing ketika mereka mendekat. Padahal niat anjing2 itu cman mengajak bercanda ramah saja. Itu nDaru sadar betul, tapi ndaru tetep keukeuh miara 3 anjing itu. Kenakalan si Tukul mengingatkan nDaru ke mami, senakal2 kami anak2nya, masih ada t4 di hati beliau buat menyayangi kami, masih ada waktu setiap pagi untuk memastikan kami tidak kelaparan.

Beberapa kali nDaru kepikiran buat ngasih si Tukul ke teman-teman nDaru yang lagi nyari anjing piaraan. Tapi ketika inget pemikiran diatas tadi, nDaru urung lagi. nDaru udah niat miara Tukul apapun tingkah dia, senakal apapun dia. Tapi apa lacur, Canine Distemper membuat Tukul harus menghentikan nakal cerianya. Beberapa hari sebelum dia menghela nafas trakirnya, dia endak mau makan, melolong seperti menangis, sering batuk2, hanya tiduran saja di deket ban mobil warisan babe. Dia kehilangan hasrat untuk berlari2 dan menakali tetangga. Dan akhirnya, menyerah pada Canine Distemper.

Banyak pelajaran yang nDaru terima dari si Tukul, bahwa mencintai itu ternyata sulit, tak kurang daya dan upaya buat membesarkan si Tukul biar nurut dan endak nakal,.tapi kembali lagi, dia hanya seekor anjing yang sedang menikmati dunianya. nDaru sering membayangkan, apa yang dia kerjakan di rumah sementara nDaru nguli seharian. Gogon dan Kliwon sengaja nDaru lepas, karena mereka gak gitu nakal, tapi Tukul, nDaru kunci di dapur, soalnya sukak nyolong jemuran tetangga. Bisa apa dia di ruangan yang gak lebih dari 5x7 meter? Nungguin nDaru balik kerja, sepertinya endak banyak yang bisa dikerjakan. Masih banyak kenakalan dia yang menghasilkan komplen para tetangga ke nDaru, ngencingin pot bunga, ngaduk2 pasir di halaman. Dan pada akhirnya, segala daya dan upaya,perjalanan selama 3 tahun itu musti terjebak dalam kehilangan. Selamat Jalan teman, terima kasih untuk selalu menjaga halaman belakang rumahku!!

3 komentar:

darahbiroe mengatakan...

wah 450 murah yaw buad q mahal bgt he gak punya duit je heheh


berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh :D

freak dreamer mengatakan...

gw pernah baca cerita mirip kayak gini di komik, sist.
Anak anjing yang "nakal" sementara pemiliknya pergi kerja. Pas dia ngeh kenapa si doggie "nakal" dia lebih mikir secara psikologis aja. Anjing kan binatang yang aktif dan bersahabat, dan bisa ngerasa kesepian kalo sendirian. Mana dikunciin di flat kecil. Makanya, dia gembira banget pas majikannya pulang, bertingkah hiper-aktif hanya pingin nunjukin ," I'm glad you came and please don't leave me alone again.."

Gw nangis pas baca komiknya.
Met jalan Tukul kecil...moga2 di surga binatang sono dapet banyak temen baru dan kunyahan baru sehingga gak perlu diomel-omelin orang lagi

P. Budiningtyas mengatakan...

@darahbiroe

untuk ukuran penghobi anjing, itu murah mas/mbak..pranakan golden retreiver bisa mencapai harga 1.8 jt


@ del
sebenernya kalok dibilang kesepian ya endak jg del, soalnya ada Gogon ma Kliwon, mereka sering banget kekunci bareng di dapur sementara ndaru kerja, tapi mungkin si tukulnya ini ngerasa dia yang paling muda ya...jadi berhak jadi nakal