Sabtu, 13 Februari 2010

What does it means?


Kemaren, atas saran temen nDaru yang asli Malang, nDaru mbaca sebuah blog unik. Bahasanya agak2 serem kalok menurut orang kebanyakan, tapi buwat nDaru, tiap jidat punyak gaya sendiri buat menuangkan apa yang ada di dalem jidatnya itu. Memang nDaru sadar, nDaru hidup di sebuah negri ajaib yang semuanya serba abu-abu, negri dimana cewek nongkrong di bengkel seharian nguprek motor pun dianggep aneh, sementara, menghujat presiden dengan kata2 kurang edukatip dianggep bumbu demokrasi, tapi sudahlah, nDaru endak mau mbahas itu, nDaru juga endak mau sok2an menghakimi mana bahasa yang sopan dan mana yang endak sopan. nDaru endak mau nantinya, yang nDaru jadiin ukuran buat menghakimi mana sopan dan endak sopan itu dijadiin ukuran buat nDaru pulak.

Ada satu posting yang bikin nDaru mengernyitkan jidat, dan untuk berapa lama, nDaru simpen buat nDaru sendiri karena takut dikira nyarik2 sensasi. Tapi akhirnya, nDaru braniin nulis disini. Sebuah posting tentang pengalaman yang nganyelke dan bikin konyol. Sebenernya, bukan pertama kali ini saja nDaru dikira cowok. Hampir di setiap operasi surat-surat kendaraan bermotor yang diadain polantas, nDaru pasti disapa "Slamat Pagi/Siang/Sore PAK! bisa lihat surat2nya." Tapi cerita posting itu bener2 sama persis kek yang nDaru alamin kurang lebih seminggu yang lalu. Ketika nDaru abis ngikutin sertifikasi teknisi IT di sebuah lembaga pendidikan IT yang lumayan mentereng di Jogja.

nDaru selesai sessi dari lembaga pendidikan itu sekitar jam setengah11 malem, sisa2 tenaga yang seharian terkuras nDaru pakek buat nungguin taksi di shelter bus trans jogja. Seperti halnya sang penulis di blog itu, nDaru jg nyambi menghisap rokok, rambut nDaru iket di belakang, trus pakek topi butut warisan babe. Jam segitu je, keknya lebih aman kalok nDaru nyaru jadi cowok, tapi entah kenapa, ketika 2 bencong yang nDaru tawarin rokok itu manggil mas nDaru, jiwa feminim nDaru berontak dan akhirnya terucap "Saya Cewek"

Sumpah demi almarhum Prijadi Hastomo babe nDaru, nDaru endak lagi bohong...Meski dalam agama nDaru, nDaru gak boleh sumpah demi apapun. nDaru jg lagi endak mencari sensasi.

Konsep-konsep yang ditawarkan si penulis di blog itu bener2 kena di jidat nDaru, banyak rasa dan empati tercurah pada hal-hal yang dianggep nyleneh pada orang kebanyakan. Seperti, mengapa anjing dianggap najis oleh temen2 kita muslim, jika mungkin anjing bisa ditanyak, mungkin mereka juga menajiskan kita manusia. Maaf, ini hanya pemikiran nDaru saja, nDaru mau kok menghormati doktrin2 agama yang sudah termaktub dan sudah paten. Satu hal yang membuat nDaru belajar dari blog itu adalah, bagaimana untuk endak takut punyak pikiran aneh. nDaru jadi sadar bahwa makhuk2 seperti nDaru dan mungkin si penulis blog itu sudah dianggep aneh oleh orang kebanyakan sedari awal ketika liyat kemeja gombrong dan clana belel kita. Kenapa musti takut lagi dikatain orang aneh?

Apa salahnya jadi cewek? nDaru beberapa kali sering mengikuti brifing untuk penyelenggaraan sebuah sistem jaringan universitas2 di negri abu-abu kita ini. Dan di beberapa brifing itu, banyak orang endak percaya ketika nDaru bilang, ya..saya administrator teleconcerence-nya universitas nganu. Apakah mungkin karena nDaru terlalu cantik buat jadi admin sebuah sistem informasi --yang identik dengan cowok krempeng berkacamata setebal pantat botol--tapi terlalu tampan buat menjadi cewek? anyway apapun itu, inilah nDaru. yang selamanya endak akan pernah mau lagi kebayaan hanya untuk sebuah pernikahan.

2 komentar:

The Bitch mengatakan...

wah... ternyata di review disini :D gara2 ini makanya kamu ngerasa kita satu alma mater ya? wahihihi...

P. Budiningtyas mengatakan...

hehe..bukan,saya lupa di artikel mbak pit yg mana,tpi disitu mbak pit ngaku s4 ngelmu di jgja itu,jidat sy kek ditarik2 ke sbuah kampus jelek n tuwir di tepi kota itu.