Kamis, 08 Juli 2010

Kenapa Indonesia Belon Bisa Ikutan Piala Dunia?

Sean eternos los laureles
que supimos conseguir,
que supimos conseguir.
Coronados de gloria vivamos...
¡o juremos con gloria morir!,
¡o juremos con gloria morir!,
¡o juremos con gloria morir!


itu adalah potongan syair Himno Nacional Argentino, lagu kebangsaan Argentina yang dulu nDaru nyanyikan setiap hari sekitar 19 tahun yang lalu. nDaru sekolah di Sekolah Dasar Berstandard Internasional, catat ya, sekolah berstandard internasional. Setiap hari, sebelum masuk sekolah, nDaru dan teman-teman yang lain berjajar rapi di muka kelas, lalu kami bersama-sama nyanyi lagu kebangsaan Argentina itu, ndak terkecuali nDaru, dan teman-teman lain yang bukan berasal dari Argentina, kami menyanyikan lagu itu dengan telapak tangan kanan memegangi Bandera Oficial de Ceremonia, Bendera Argentina kecil yang dipasang di dada kiri seragam kami. Jika kami melirik ke kiri atau ke kanan sedikit saja, dan kemudian ketahuan, seorang guru akan menghampiri kami dan berdiri di depan kami sampai kami memfokuskan pandangan kami pada ketua kelas kami di depan.


6 tahun kemudian, setelah kembali ke Indonesia selama hanya 2 tahun, nDaru ikutan babe lagi ke negeri tetangga kita, Philipina. Kebiasaan itu berulang kembali, hanya waktu di Philipina, kami masuk ke kelas dulu, lalu hormat pada Bendera Philipina yang dikibarkan di pojok kiri kelas. Dengan hormat dan khidmad pula, nDaru juga dipaksa untuk menyanyikan lagu Lupang Hinirang. Setiap hari kami nyayikan sehingga, kami hapal di luar kepala, dari awal sampai akhir lagu. Ndak lama setelah dari Philipina, nDaru ikutan babe lagi ke negri Paman Sam, USA, Land of Freedom, Home for the Brave. dan banyak lagi sebutan-sebutan yang lain yang membangkitkan semangat warganya untuk mencintai negaranya itu. Setiap acara resmi, harus didahului dengan menyanyikan lagu "Star Spangled Banner". Mbok sampeyan ketemu pengemis lagi mintak2 di pinggir jalan, trus sampeyan mau ngasih dengan imbalan si pengemis nyanyi lagu "Star Spangled Banner" dulu. Do'i pasti hapal sampek selesai. Babe pernah ngetes soalnya.

Apa yang terjadi di Indonesia? Kemarin ketika nDaru ikutan sebuwah seminar tentang pembangunan karakter bangsa, Lagu Indonesia Raya ini endak dinyanyikan sodara2..Hanya di putar dari CD saja. Hanya beberapa saja orang yang ikutan menyanyikan lagu kebangsaan itu. Mungkin ndak ada hubungannya nyanyi Lagu Kebangsaan sama ikutan Piala Dunia ya..eits tunggu, apa yang menyebabkan Vietnam menang perang lawan Amrik? Apa yang menyebabkan produk-produk china begitu membanjir di pasar2 dunia? Kenapa pemain Badminton China begitu jaya?


Menurut nDaru sih jawabannya simpel. Mereka begitu mencintai tanah airnya. Sangking cintanya mereka mau berlatih sepak bola siang malam pagi sore biyar biasa ikutan Piala Dunia. Biar menang Piala Thomas Uber. Sekarang kalok mereka bisa, napa Indonesia gak bisa? sama2 manusia kan? mungkin beda di rambut ma potongan wajah aja.

Banyak orang Indonesia ini yang males, ndak mau usaha maksimal, prinsip ekonomi "modal dikit dapet gede" begitu mengakar. Dan yang jelas, banyak orang ndak gitu mencintai negeri ini. Lha itu tadi buktinya, nyanyi Lagu kebangsaan aja enggan, bukankah itu sebuah bentuk ketidakcintaan pada negara? Sekarang ada kah Upacara tiap hari senin? setau nDaru, upacara senin diganti setiap tgl 17 saja setiap bulannya. Betul2 negeri yang aneh. nDak heran kalok jadi susah ikutan piala dunia

18 komentar:

fitrimelinda mengatakan...

setuju deh ama postingan mbak ndaru.. :)

Arman mengatakan...

kalo sekolah nasional kayaknya masih ada deh upacara tiap senin...

P. Budiningtyas mengatakan...

@fitrimelinda,
Makasih mBak Fit

@Bang Arman,
Ndak ada bang, rumah saya deket sama sebuah SD Negri, lalu kalok brangkat kerja liwat juga SMP sama SMA Negri, tiap senin mereka lebih sering ayem-ayem saja tuh.

dewo mengatakan...

Mungkin karena sudah eranya globalisasi & internasionalisasi.

*bahasa yg susah*

julianusginting mengatakan...

indonesia memang susah masuk piala dunia, hanya nonton piala dunia aja deh bisanya

P. Budiningtyas mengatakan...

@ dewo
saya malah barusan denger

nh18 mengatakan...

nDaru ...

Ya ...
Mungkin rasa kebangsaan itu yang sudah (meng) hilang ...

Mari kita bangkitkan lagi

Salam saya

P. Budiningtyas mengatakan...

@Julianusginting,
Betul banget, mana kalok komentar di tipi udah kek kembarannya Loew

@Pak Trainer,
Minimal mulai dari diri kita sendiri ya pak?!

heny mengatakan...

hmm....ntar gue kasi ide ke "si BOSS" deh....kalo' bisa tiap senin ada nyanyi2 lagu kebangsa'an sebelum meeting... ^_*

hellgalicious mengatakan...

rasa nasionalisme masyarakat indonesia masih kurang

ckckck

waah hebat dong kakak udah jelajahi 4 negara ya?
hmmm

ai mengatakan...

sebenernya yg bikin seperti itu kan kita sendiri...kita banyak yg ga pernah menghargai budaya and produk2 dalam negeri...

chocoVanilla mengatakan...

Saya jugak iri melihat orang-orang di luar sana yang begitu bangga dengan bangsanya hingga dari kecil dah ditanamkan rasa kebangsaan itu.

Setidaknya lagu Indonesia Raya yang sedemikian megahnya itu mbok ya wajib dinyanyikan tiap pagi di sekolah, gak cuman saat upacara aja.

keblug mengatakan...

Ndaru hafal ga? Hayoo dites duluw. Ambil suara Iiin.. Ok,tu wa tu wa ga pat!!

P. Budiningtyas mengatakan...

@Heny
Coba aja jeng..minimal buat memotong jatah meeting 5 menit

@Helga
Cuman nebeng ortu kok

@ai
Tul itu mBak Ai

@Cho2-V
Saya mau nyanyi dirumah itu sendirian ya sungkan je..dikira sarap nanti

@Keblug
Sayah dijamin hapal mbak, apa mungking Lagu kebangsaan kita ini terlalu panjang ya?

mas stein mengatakan...

wew, ternyata sampeyan manteb banget mbak sudah njajah desa milang kori, sampe ke ujung dunia.

mungkin ini resep untuk menyembuhkan penyakit negeri ini, memupuk nasionalisme, tapi carane piye yo mbak?

pyoubcozjc mengatakan...

ehm ,,, sedih campur bangga ,, karena sedih Indonesia lum ada di piala dunia, bangga karena ada blogger yang peduli ini ,,, padahal udah kemana-mana

salam kenal mbak ndaru [ane ikutan aja lho ... padahal ga tahu mas atao mbak] he he

Dewa Bantal mengatakan...

Mungkin peranan motivatornya juga.... pelatihnya, dan akomodasinya. Pemainpun kalau nggak digembleng skill dan moralnya juga gak akan berkembang.

Coba kalo para ABRI yang suka main bola dijadikan professional football player, kira-kira bakal ada kemajuan gak yah TimNas kita? LOL

P. Budiningtyas mengatakan...

@Mastein,
Makasih2..tapi itu kan cuman nebeng babe kok
caranya ya mulai dari langkah simpel kek nyanyi Indonesia Raya bareng itu tadi, trus kalok ada event olah raga yang melibatkan pemain indonesia itu mbok ya disiarin di tipi, jangan malah siarannya diacak, kek tempo hari itu ada siaran thomas cup di salahsatu tipi suwasta

@Pyoubcozjc
Sebenernya kalok blogger yang peduli banyak,hanya yaaa...langkah nyatanya aja yang mungkin belon kliatan

@ Mukabantal
yang penting kan digenjot motivasinya dulu, di propagandain dulu biyar cinta tanah air dulu, teknik bisa menyusul

niru2 korut gitu? keknya ndak.lha tentara Indonesia itu banyak yang tambun je