Senin, 26 April 2010

Lhaaaaa…rak tenan!

Ituh frase keluar dari mulut nDaru begitu sajah saat nDaru nongkrongin berita di tipi dan tersebutlah oknum tipi nasional yang merancang pengakuan markus palsu dalam salah satu acara mereka. Sejak awal polisi memberitawu kalok mereka menangkap markus palsu yang tampil memberikan pengakuan palsu jugak di salah satu tipi nasional, pikiran nDaru langsung tendensius ke arah tipi yang satu ituh. Pasti Tipinya Oom AbBe yang merancang semuanya. Besoknya, eeee…lha jebul tenan!


Dari awal tipih itu mengudara di dunia pertelevisian negeri tercinta inih, nDaru sudah sebel. Sebel melihat program-programnya yang meniru jelas-jelas stasiun tipi berita pertama di Indonesiya, itu lho..tipinya pak brewok. Lebih sebel lagi menyaksikan tingkah polah para anchornya yang sok galak, sok kritis, sok yes, padahal mereka tak ubahnya seperti lakon nyinyir di pentas pinggir kali yang endak tawu pokok permasalahan. Seperti yang sudah nDaru tulis duluuu, anchor2 di tipi inih selaluh memotong pembicaraan narasumber, laluh tetep bertanya berdasarkan list mereka, tanpa memperhatikan jawaban si narasumber. Jadi, kesimpulan diskusi hari ituh pokoknya harus samah dengan yang sudah ditentukan tim redaksi.


Sikap yang selaluh menyetir itulah yang membuat nDaru emosi mengikuti acara newsnya Tipi ituh. Makanya, tiap sore, nDaru paling anti mencet tombol remote nomor 14, soalnya kalok nonton news-nya Tipi ituh bisa-bisa nDaru kenak setrok dini, lha wong kadang di kantor sajah sudah banyak yang membuat jengkel apalagih ditambah ngliat anchor2 Tipi itu yang petingkahan.


Tapi toh, entah mengapa Komisi Penyiaran Indonesiya tidak menegur tipi ituh. Padahal, sudah kelihatan mata bagaimana mereka merancang berita asal-asalan. Jurnalisme diibaratkan seperti bisnis informasi sajah. Yang penting ngluarin cerita terheboh, dibumbui kehebohan para pembuat berita itu, trus masyarakat ikutan heboh, bahagialah mereka karena tipi mereka ditonton banyak orang. Lha kalok begitu endak usah ada program setudi Jurnalisme ato Media. Preman pinggir jalan diciduk lalu dilatih satuh minggu jadi kurir berita jugak jadi, endak perlu nyari sarjana ato master jurnalisme ato mediya. Ituh nDaru simpulkan sendiri melihat orang sekelas Karni Ilyas dan Indi Rachmawati yang sudah malang melintang di dunia telepisi begitu mudahnya mengerjakan hal tolol untuk merekayasa berita.


Mungkin karena yang punyak orang paling kaya di Indonesiya, KPI jadi sungkan ya. Naaa, setelah kejadian kemaren, nDaru bertanya-tanya apa bener KPI akan mencopot pemred berikut anchor yang menghubungi markus palsu tersebut buwat tampil purak-purak sebagai markus. Katanya sih begitu, tapi endak tawu setelahnya. Soalnya, yaaa, orang kaya itu mau dihalang-halangi jugak susah. Kalok sayah kaya, sayah mau bikin tipi yang paling amburadul sekalipun, yang berpotensi merusak pola pikir masyarakat yaaaa terserah sayah, wong sayah kayak ok.


Sunggu sangat prihatin-able kalok yang dibilang Elliot Carver, si pemilik Carver Media Group, itu lho, tokoh fiksi buwatan di pelem jemes bond di seri tomorrow never dies, bener2 terjadi..orang endak perlu menguwasai militer buat meng-okupasi sebuah Negara, orang cumak perlu menguasai..Media

4 komentar:

Mey mengatakan...

ya emang begitu tuh TV ... ga bagus buat tontonan

DjemboelKadat mengatakan...

nha.. bener sampeyan.. memang mediya komunikasi (terutama yang one way) itu sangat penting guna pelaksanaan proses propaganda... gak cuma di pilem 007, di die hard 4 juga ada, malah lebih komplit lagi.. teorinya adalah mengenai Fire Sail (lebih jelase sampeyan tonton ae...)
Perihal interview with markus itu kan sudah mereka (tipiwan) jawab bahwa mereka nggak melakukan itu, dan sumber itu aseli bukan rekayasa...
Dan kalo pake logika.. gak mungkin mereka berani sembarangan, apalagi ini kan agenda settingnya untuk (at least)membidik pulisi..
yang jadi pertanyaan sekarang adalah kok tiba2 anyep? apa sudah ada win2 solutionnya? ben podo penake gitu..?!?!?

P. Budiningtyas mengatakan...

@om omiyan

selaen endak bagus,,,endak edukatip jugak oom..yang paling muna adalah ketika memberitakan Gayus, kalok dirunut sedari awal, kasus ini muncul gara2 pakde pres SBY mengungkapkan sebuah fakta bahwa ada indikasi seseorang mangkir mbayar pajek..you know who lah...Lha dengan gegap gempita tipi ini memberitakan si Gayus sampek nglothok,ndatengin bapaknya Gayus segala, tapi endak mengungkap akar masalah yang saya bilang tadi..apa bukan maling treak copet itu namanyah?


@kang djemboel
iya..saya pernah liyat, sebuah terorisme modern yang modal utamanya cumak PC..Tapi jangan khawatir kang, kalok diliyat2 lagi..Fire Sail belum mungkin diterapkan di negara ini,wong portal busway saja yang bukak sama nutup masih pakek tangan manusia

DjemboelKadat mengatakan...

wkwkwkwkw... aku ndak kawatir kok.. soale Fire Sail emang ndak prelu diterapkeun di negara ini... secara...