Jumat, 26 September 2008

arti hidup


Percaya ato engga', sebagian orang menganggap hidup ini membosankan. Betapa engga', orang kan cuman lahir, hidup, menua, dan mati, kemudian anaknya lahir, hidup mati. Orang datang dan pergi sama kek matahari terbit dipagi hari kemudian terbenam di sore hari dan begitu seterusnya. Begitulah hidup bagi orang yang menganggap bahwa hidup ini adalah kesia-siaan belaka. Mengapa harus hidup jika nantinya kita mati?

Buat Ndaru pribadi, hasil nyontek dari pengalaman dan apa yang udah Ndaru tempuh selama 24 tahun ini, hidup adalah keajaiban. Betapa engga', blon bisa apa2 begitu kita keluar dari rahim ibu *ndaru blon pernah denger ada bayi kluar dari batu*, berapa saja orang yang bersuka cita menyambut kelahiran ndaru?...yaaaa minimal babe ma mami deh. Ndaru cuman pengin bilang, bahwa sebenernya misi Tuhan buat ngasih sepasang suami istri itu seorang anak, adalah untuk menjadi sumber kebahagiaan dan pengharapan bagi mereka, bukti campur tangan Tuhan dalam hidup manusia. Jadi klo ditarik benang merah, intinya Tuhan itu menciptakan kehidupan agar bisa menjadi kebahagiaan buat orang laen, ya memang dalam perjalanan hidup banyak hal yang kemudian merubah kita. Kita jadi orang yang nyebelin buat orang laen misalnya.

Ndaru pernah baca pada sebuah tas kenang2an dari pengukuhan seorang guru besar di t4 ndaru kerja, tulisannya gini "hidup menjadi lebih berarti ketika kamu menjadi berkat buat orang laen. Jadi mengapa didalam hidup yang cman sekali ini cman dibikin buat membuat orang laen sebal? Mengapa kita tidak berusaha buat mewarnai dunia, dan membuat orang laen merasakan berkat atas kehadiran kita? Mungkin gak sehebat Thomas Alpha Edison yang nemuin lampu, ato Gottlich Daimler yang menciptakan mobil, tapi boleh lah menjadi berkat buat orang2 terdekat kita.

Sekali lagi, ini hanya sebuah blog, mungkin hanya maya, hanya khayalan, tapi seperti novel ato cerpen di majalah, ambil yang baek dan baca kalau sempat saja. Sukur2 manjadi inspirasi. Tidak perlu membuat telaah yang rumit dan mengait2kan dengan kehidupan pribadi seseorang dua orang ato 4 orang hihihihi.

3 komentar:

MISKAMERS mengatakan...

Ini cuma sekedar sharing aja ya ru,

Sebagai mahluk yang mahatahu, Tuhan pasti sudah tahu bahwa manusia yang akan diciptakannya itu akan berbuat baik atau jahat di dunia nanti. Dan mestinya Tuhan pun juga tahu bahwa si manusia itu akan masuk surga atau neraka pada akhirnya.

Kalau memang Tuhan sudah tahu bahwa manusia yang akan diciptakanNya ke dunia itu akan berbuat jahat & masuk neraka, mengapa Tuhan tetap menciptakannya, atau paling tidak Tuhan kan bisa mencegah agar si manusia itu tidak lahir ke dunia.

Seperti Yudas Iskariot, di Perjanjian Lama sudah digambarkan bahwa dia akan mengkhianati gurunya & akan mati dengan cara menggantung diri. Kalau memang sudah tahu bahwa si Yudas ini akan berbuat seperti itu, kenapa juga dia diciptakan ? Apakah Tuhan ingin mengorbankan Yudas dalam skenario penyelamatan umatnya.

Jadi jauh sebelum aku dilahirkan, Tuhan sudah tahu akan berbuat apa aku di dunia ini, dan nantinya akan masuk surga atau neraka aku ini.

Terus buat apa donk manusia itu dilahirkan ke dunia ini, kalo Tuhan sudah tahu siapa-siapa yg nantinya akan masuk surga dan siapa-siapa yg nantinya akan masuk neraka.

si nDaru mengatakan...

Lha itulah hebatnya Tuhan mas pey

Lumiere mengatakan...

buat apa Dia menciptakan manusia kalau sudah tahu segalanya..???
karena Dia sayang kita dan ingin memberikan berkatnya buat kita. Ya Dia memang sudah tahu kita akan masuk surga atau neraka, tapi seperti yang banyak tertulis dalam semua kitab agama di dunia, tersebutlah bahwa takdir manusia kembali pada dirinya sendiri. oke, gw mungkin dah tertulis dalam kitab-Nya bakal masuk neraka, tapi daripada gw langsung dijeblosin ke neraka, Dia masih kasih gw kesempatan buat do something in this world, bikin kebaikan disini sertidaknya ada hal kecil dari gw yg bisa bikin orang tersenyum, dan pastinya itu sudah merupakan perbedaan buat gw di neraka kelak, ketimbang gw langsung masuk neraka tanpa pernah berusaha untuk berbuat kebaikan sekecil apapun.
Ini kasih-Nya, yang banyak orang BUTA dan TULI terhadapnya.

Salam,